Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Komite Internasional untuk Aceh Dideklarasikan Besok
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 16:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Berbagai elemen masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam sedang mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, yang bertujuan membentuk Aceh International Consultative Committee (AICC). Pertemuan yang diadakan di Universitas Islam Antar Bangsa, Kuala Lumpur itu, dihadiri lebih dari seratus masyarakat Aceh, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa elemen masyarakat yang ikut, yakni Paguyuban Aceh Indonesia, Taman Iskandar Muda Jakarta, Aceh Sepakat Indonesia, Universitas Syah Kuala, IAIN Asyariri Banda Aceh, Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM), dan pelajar Aceh di Australia, Amerika Serikat dan Jepang.

Menurut salah seorang peserta yang juga anggota Komisi VI DPR, Achmad Farhan Hamid, AICC nantinya akan difokuskan kepada masalah-masalah sosial ekonomi Aceh, khususnya seputar bantuan bagi korban gempa dan tsunami. Yang akan dilakukan antara lain memberikan pertolongan dan mengupayakan kesejateraan masyarakat Aceh ke depan. "Termasuk upaya menyatukan masyarakat Aceh," kata Achmad yang berada di Kuala Lumpur, ketika dihubungi Tempo per telepon, Sabtu (19/2).

Sampai berita ini diturunkan, kepengurusan dari komite tersebut belum terbentuk. "Ketuanya juga belum ditunjuk. Mungkin besok semuanya akan terbentuk," ujar Achmad.

Ketika ditanya apakah komite atau lembaga itu nantinya akan turut serta dalam pembahasan perundingan antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, Achmad buru-buru mengatakan tidak. "Itu urusan pemerintah dan GAM," ujar dia.

Pertemuan ini sendiri, kata Achmad, sudah dimulai sejak Jumat (18/2) malam. Dan direncanakan akan berakhir pada Minggu (20/2) besok.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain, Ketua IMAM yang juga mantan Menteri Pertanian Malaysia Tansri Sanusi Juned, mantan Gubernur Aceh Samsudin Mahmud, dan mantan rektor Universitas Syah Kuala Abdullah Ali.

Tito Sianipar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Detasemen Meulaboh Kemungkinan Jadi Pangkalan Udara
Bill Clinton dan Bush Senior ke Aceh Pekan Ini
Ribuan Pengungsi Mencari Kerja ke Lembaga Internasional
WHO: Tidak Ada Wabah Penyakit di Pengungsian
PDB Aceh Turun 22 Persen
Pemerintah Siapkan 6.000 Guru Untuk Aceh
Lebih Dari 8.000 Siswa di Calang Jadi Korban Tsunami
Calang Butuh Alat Medis Dan Air Bersih
Kecik Selewengkan Bantuan Kemanusiaan
Wisatawan Beralih dari Thailand ke Lombok
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data