Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Berangkatkan Tim Malam Ini
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 13:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah, melalui Departemen Luar Negeri akan menggunakan jalur formal dan informal dalam upaya membebaskan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid, 26 tahun dan Budiyanto, 38 tahun, yang disandera kelompok Mujahiddin Army Brigade sejak Selasa (15/20). "Jalur formal dengan menjalin hubungan antar pemerintah. Jalur informal dengan menghubungi perwakilan tokoh-tokoh masyarakat nasional dan internasional untuk mengkampanyekan tuntutan pembebasan kedua sandera," ujar juru bicara Deplu Marty Natalegawa dalam jumpa pers di kantornya Sabtu (19/2).

Marty mencontohkan pihak-pihak yang terlibat dalam jalur informal, seperti palang merah, negara tetangga Irak dan ICRC di Jenewa. "Ketua PMI sendiri telah menghubungi Menlu Hassan untuk menghubungi palang merah di Abu Dhabi," ujarnya.

Rencananya, nanti malam tim penanggulangan krisis yang dibentuk Deplu akan berangkat ke Amman, Yordania. Tim yang diwakili ketua tim penanggulangan krisis Triono Wibowo dan perwakilan dari Metro TV. Tim bertjuan melihat dari titik terdekat kondisi di lapangan.

Tim ini berkerja sesuai instruksi pemerintah. Begitu juga semua pihak yang dimanfaatkan untuk jalur informal. "Sehingga semuanya melalui satu pintu," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah kelompok penyandera adalah kelompok yang sama dengan yang menyandera dua tenaga kerja wanita Indonesia, Casingkem dan Istiqomah beberapa waktu lalu, Marty enggan menjelaskan. "Karena itu sifatnya operasional," ujar dia.

Ami Afriatmi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan poster Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan membawa poster di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Selasa, 08/10/2002. Protes ini dinamakan aksi damai
Protes Anti Amerika
Protes Anti Amerika
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Assyura dan Makam Imam Hussein
Wartawan Metro TV Hilang di Irak
Basrah, Kota Tak Tersentuh Perang
Menteri Luar Negeri Lantik Konsul Jenderal dan Kuasa Tetap
Komisi Persahabatan Terbentuk Bulan Ini
Pemerintah Upayakan Kasus TKI Ilegal Tidak Dibawa ke Pengadilan
Menlu: Perjanjian Ekstradiksi dengan Singapura, Sedang Proses
Safwan, Kota Loak
Pengumuman Ditunda, Kekerasan Meningkat
Menlu RI Diminta Serius Tangani Kasus Pembunuhan Dua Pelajar di Dili
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data