Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Simple Majority Potensi Timbulkan Konflik
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 12:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penentuan calon pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang menggunakan sistem mayoritas sederhana (simple majority), berpotensi menimbulkan konflik. Cara pemilu seperti ini, dapat menimbulkan ketidakpuasan dari elit politik peserta pemilu yang mendapat suara berbeda tipis dibanding pemenang.

"Dengan sistem simple majority, pemenang ditentukan berdasarkan suara terbanyak lebih dari 25 persen suara, sehingga pemenang pilkada bisa hanya memiliki suara 26 persen. Padahal 74 persen suara masyarakat tidak memilihnya," ujar Ryaas Rasyid dalam sebuah diskusi di Jakata, Sabtu (19/2).

Menurut mantan Menteri Dalam Negeri ini, dengan tak ada dukungan suara yang besar, elit-elit politik yang ikut serta dalam proses pemilihan dapat mengerahkan massa, sehingga menmbulkan kerusuhan. Selain itu, konflik dapat berlanjut pada masa pemetintahan pemenang pilkada. "Kestabilan pemerintah menjadi diragukan," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Anas Urbaningrum. Menurut dia, potensi konflik tergantung dari jumlah peserta pemilihan. Apabila di daerah peserta pemilihan terdapat dua calon, maka potensi mendapat suara mayoritas masih memungkinkan. "Tergantung peta pertarungan di tingkat lokal. Semakin banyak pasangan, kemungkinan pemenang absolut semakin sedikit sehingga konflik terjadi," kata Anas.

Menurut Anas, untuk mengantisipasi konflik dibutuhkan kedewasaan dan kematangan elit politik. "Harus ada kesepakatan siap menang dan siap kalah, sehingga siapapun yang menang dan dengan angka berapapun harus diterima," katanya.

Selain itu menurutnya, untuk meminimalisir konflik dibutuhkan sosialisasi intensif dari KPUD dan DPRD untuk memberikan kesadaran kepada elit dan massa di daerah.

Yuliawari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemilihan Kepala Daerah Baru Bisa Digelar Juli 2005
DPRD Pecat Wakil Bupati Bangkalan
Jelang Pilkada Wali Kota Depok: PAN dan PPP Buka Peluang Calon Luar Partai
PDIP Depok Incar Posisi Wakil Walikota
Pemerintah Anggarkan Rp 1,3 Triliun untuk Pemilihan Kepala Daerah
Presiden Minta Calon Kepala Daerah Tidak Melakukan Politik Uang
Papua Siap Laksanakan Pilkada
Walikota Badrul Kamal Saingan Berat Nurmahmudi Pada Pilkada Kota Depok
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Ikut Pilkada Surabaya
Polri Petakan Daerah Rawan Konflik Saat Pilkadal
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data