Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Wartawan Metro TV Hilang di Irak
Jum'at, 18 Pebruari 2005 | 14:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua orang wartawan Metro TV yang sedang meliput di Irak, sudah tiga hari terakhir tidak diketahui nasibnya. Kedutaan Besar RI di Amman, Jordania, mengaku kehilangan kontak sejak 15 Februari dengan kedua wartawan yang sedang ditugaskan ke kota Ramadi, sekitar 150 kilometer dari Bagdad, Irak.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marti Natalegawa mengatakan, Departemen Luar Negeri baru mendapat laporan hilangnya dua wartawan Metro TV, reporter Meutia Hafidz dan kamerawan Budiayanto.

Menurut informasi KBRI Amman, mereka mendapat laporan dari warga negara Jordania bernama Deeb Nabulsi yang menyewakan sebuah kendaraan Chevrolet beserta pengemudi kepada dua wartawan Metro TV. Menurut Deeb, pada 15 Februari sekitar pukul 13.00 waktu setempat, ia mendapat informasi bahwa di kota Ramadi mobil mereka dihadang kelompok bersenjata yang mengenakan seragam militer. Pengemudi dan dua wartawan itu dibawa kelompok bersenjata tersebut ke tempat yang belum diketahui hingga saat ini.

Marti menegaskan, dirinya belum dapat menyatakan bahwa kedua wartawan tersebut diculik karena ini baru informasi awal yang diterima dari KBRI Amman. "Saat ini pihak Deplu tengah mengutus penghubung KBRI Amman bernama Walid Gatak Salman untuk mencari informasi terbaru," katanya.

Siang ini, Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun mengadakan pertemuan dengan Marti untuk meminta kepastian mengenai berita ini. Pimpinan Metro TV belum memberi keterangan soal kasus yang menimpa wartawannya ini. (Sita Planasari)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan poster Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan membawa poster di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Selasa, 08/10/2002. Protes ini dinamakan aksi damai
Protes Anti Amerika
Protes Anti Amerika
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Basrah, Kota Tak Tersentuh Perang
Safwan, Kota Loak
Pengumuman Ditunda, Kekerasan Meningkat
Berziarah ke Makam Imam Musa
Kedutaan Besar "Swasta" Republik Indonesia di Baghdad
Korban Tetap Berjatuhan Selama Pemilu
Baghdad Mulai Menggeliat
72 Persen Rakyat Irak Ikut Pemilu
Bom Bunuh Diri Meledak Dekat TPS
Pemilu Dalam Pengamanan Ketat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data