Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Minta Calon Kepala Daerah Tidak Melakukan Politik Uang
Kamis, 17 Pebruari 2005 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar calon yang akan ikut dalam
pemilihan kepala daerah tidak menggunakan politik uang. Ini disampaikan presiden saat
membuka rapat kerja gubernur seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/2).
Rapat ini diikut sekitar 300 pejabat yang terdiri dari gubernur, bupati/walikota,
ketua DPRD, Kapolda, dan ketua KPU Daerah.

Agenda rapat adalah untuk mempersiapkan aspek teknis dan administrasi pemilihan kepala
daerah. Menurut rencana, pada Juni 2005, akan ada pemilihan 181 kepala daerah secara
langsung. Untuk Juli sampai Desember 2005 ada 45 pemilihan kepada daerah. Rinciannya
11 provinsi yang akan melakukan pemilihan gubernur adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Jambi,
Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi
Utara, Sulawesi Barat, Papua, dan Irian Jaya Barat.

"Kepada calon maupun bakal calon, saya minta agar tidak terlibat dalam politik uang.
Kita bertekad untuk menghapus pratek KKN. Karena itu jangan ulangi praktek-praktek demikian
pada pilkada," ujar presiden. Untuk itu, Presiden meminta Kapolri, Jaksa Agung, dan Komisi
Pemilihan Umum untuk melakukan pengawasan. Presiden juga mengharapkan kerja sama Komisi
Pemberantasan Korupsi untuk menjalankan kewenangannya mengawasi tanpa perlu menunggu
terjadi pelanggaran. "Saya sampaikan penghargaan yang tinggi kepada mereka yang mampu
mencegah. Jangan menunggu sampai terjadi," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan kepada calon agar siap menang dan siap
kalah saat maju dalam pemilihan. "Kita biasanya siap untuk menang dan sering tidak siap
untuk kalah. Demokrasi yang makin matang, kita harus siap kedua-duanya," ujarnya. Dia
merujuk pada kekalahannya sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan tahun 2001. Pada
waktu itu, sehari setelah dinyatakan kalah, Yudhoyono langsung menggelar konferensi pers.
"Kalau saya mencari kambing hitam, banyak alasan. Tapi untuk apa?," kata Presiden. Saat itu,
Yudhoyono menyatakan sikap bahwa pihaknya menghormati hasil pemilihan dan menyatakan
minta maaf pada pendukungnya atas kekalahannya tersebut.

Kepada pelaksana pemilihan kepala daerah, Presiden minta agar sosialisasi pemilihan ini
disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Presiden memuji sosialisasi yang dilakukan
KPU pada pemilu 2004 yang dinilainya cukup gamblang karena menggunakan gambar-gambar yang
jelas dan bahasa yang pendek-pendek. "Jangan terlalu ilmiah. Karena bisa salah tafsir,"
ujarnya.

Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf dalam jumpa pers menyatakan pihaknya juga menenkakan agar
calon kepala daerah benar-benar menghindari politik uang. "Kita himbau para calon kepala
daerah untuk menghindari politik uang," ujarnya. Jika ada calon yang melakukannya, akan
diproses secara hukum. Rencananya, Depdagri akan membuat desk hukum dimasing-masing daerah
yang melakukan pemilihan. Desk yang beranggotakan kepolisian, kejaksaan dan KPU Daerah ini
akan menampung laporan pelanggaran pemilihan kepala daerah. Desk juga bertugas melakukan
evaluasi dan penilaian atas pelanggaran yang dilakukan calon untuk diselesaikan secara
hukum.

Abdul Manan-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Papua Siap Laksanakan Pilkada
Walikota Badrul Kamal Saingan Berat Nurmahmudi Pada Pilkada Kota Depok
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Ikut Pilkada Surabaya
Polri Petakan Daerah Rawan Konflik Saat Pilkadal
Ryaas Rasyid: Peraturan Pilkada Seharusnya Dibuat KPU
Pemilihan Wali Kota, Partai Demokrat Depok akan Berkoalisi
Polisi Siapkan Pengamanan Pilkada
KPUD Tak Bisa Sembarangan Minta Penundaan Pilkada
PKS Jabar Resmi Usung Nurmahmudi Ismail
Mulai 1 Maret Malaysia Razia TKI Ilegal Lagi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data