Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kondisi Gus Dur Sehat Walafiat
Kamis, 17 Pebruari 2005 | 16:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebagian warga nahdliyin di Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/2) pagi, sempat terkejut mendengar isu mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal dunia. Berita yang tidak jelas sumbernya itu, pun memaksa sejumlah kalangan mencari tahu kepastian kabar tersebut.

Para santri di Pondok Pesantren Lirboyo, misalnya, langsung mencari informasi ke Jakarta. “Informasi seperti ini menyesatkan. Menurut teman-teman di Jakarta, Gus Dur saat ini di Jakarta dalam keadaan sehat," kata Abu Muslich, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri.

Beberapa tokoh NU dan fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa juga dibuat pusing. Rois Syuriah Pimpinan Cabang NU Kediri K.H. Ahmadi, misalnya. Sejak pagi sudah harus menjelaskan kepada warga nahdliyin ihwal berita meninggalnya Gus Dur.

Begitu pula dengan Ketua Tanfidziah Pimpinan Cabang NU Kediri Najib Zamzam. Kalangan pengusaha juga sempat terhenyak mendengar kabar tersebut. "Begitu saya mendapat kabar bahwa Gus Dur wafat, saya berusaha menghubungi semua kolega dan rekanan kami di Jakarta. Ternyata kabar tersebut tidak benar," tutur Slamet Budiono, juru bicara Perusahaan Rokok Gudang Garam Kediri.

Posisi Gus Dur saat berita itu berhembus tengah berada di kantor PB NU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat. Menurut Imam Zakir, keadaan Gus Dur sehat walafiat dan beraktivitas seperti biasa seperti menerima sejumlah tamu. "Sekarang sedang tidur lelap sehabis menerima tamu," ujar Zakir teman dekat Gus Dur yang dihubungi Tempo beberapa saat setelah berita dari Kediri itu beredar.

Dwidjo Maksum-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616]. POSTER/BALIHO PRESIDEN KH ABDURRAHMAN WAHID PADA ACARA SIDANG TAHUNAN DI JAKARTA [ RULLY KESUMA; 09082000 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Alwi Usulkan Gus Dur Jadi Penasehat Saja
Gus Dur Bertemu Paul Wolfowitz
Gus Dur: Pengadilan Agar Adil Terhadap Ba'asyir
Gus Dur: PKB Tolak Pangkalan Militer AS di Pulau Sabang
Jember Kini Punya Lapangan Terbang
Aksa Mahmud : M.Jusuf Kalla Tidak Melampaui Wewenangnya
Riswandha: NU Tandingan Turunkan Citra Wahid
Deklarasi NU Tandingan 15 Desember
Prioritas Hasyim Muzadi Membentuk Pengurus NU
Akbar Belum Tentu Hadir di Pertemuan Gus Dur-Mega
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Penertiban Rekening Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data