Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ratusan Anak Korban Tsunami Masih Trauma
Rabu, 16 Pebruari 2005 | 18:01 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:AKP Abdul Hamid dari tim kesehatan Polres Aceh Utara menjelaskan sekitar 80
persen anak-anak korban tsunami mengalami trauma. Mereka harus mendapatkan perawatan
intensif dan terapi psikologis," katanya, Rabu (16/2). Kemarin dia mengunjungi kamp
pengungsi di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara bersama tim koordinasi psikologis.

Menurut Abdul Hamid anak-anak yang mengalami gejala psikologis harus mendapatkan perawatan
intensif dan dilakukan pemeriksaan secara kontinyu. Sebagai langkah awal untuk mengatasi
hal tersebut, tim kesehatan bersama tim pemeriksaan psikologis telah melakukan serangkaian
kegiatan rehabilitasi mental anak-anak korban tsunami yang kini bernaung di bawah tenda
pengungsi.

Kamp pengungsian yang sudah disentuh tim ini meliputi, kamp pengungsiaan Kecamatan Muara
Batu Krueng Mane, kamp pengungsi Kecamatan Tanah pasir, dan kamp pengungsi Kecamatan
Samudera Geudong. Kemarin tim ini melakukan terapi psikologis terhadap warga pengungsi
Desa Kuala Cangkoi yang menempati kamp pengungsian Lhoksukon.

Abdul Hamid mengungkapkan terapi tersebut disajikan dalam bentuk permainan seperti
lomba menyanyi baik lagu nasional maupun lagu daerah, lomba tarik tambak, lomba bendera
merah putih sebagai rasa cinta tanah air dan hiburan pertunjukan film yang bernuansa Islami.
"Di kamp pengungsiaan Lhoksukon Aceh Utara sedikit ada 300 anak usia sekolah dasar (SD) yang
sudah mendapatkan terapi psikologis ini," katanya.

Adapun tujuan dari pergelaran itu, menurut Hamid, agar anak anak dapat melupakan peristiwa
tragis yang mereka lihat dan mereka rasakan saat gelombang tsunami menyapu desany.
"Dengan adanya permainan ini berarti mereka dapat sedikit melupakan hal tersebut dan bisa
hidiup ceria layaknya anak-anak lain yang tidak diterpa musibah," tambah Hamid.

Imran MA-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penahanan Farid Faqih Diperpanjang
Siswa Korban Tsunami Butuh Bantuan
Pengungsi di Nagan Raya Tolak Masuk Barak
Relokasi Pengungsi Korban Tsunami Dimulai
REI Bangun 1.000 Unit Rumah di Aceh dan Sumut
Pengungsi Belum Tahu Pasti Rencana Pemindahan
Pemerintah Belum Putuskan Soal Bantuan Belanda
Besok, Pengungsi Mulai Tempati Rumah Hunian Sementara
Masih Banyak Tempat Relokasi yang Belum Siap Huni
Pemain Bola Amerika Bantu Korban Tsunami
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data