Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Besok, Pengungsi Mulai Tempati Rumah Hunian Sementara
Senin, 14 Pebruari 2005 | 17:55 WIB

TEMPO Interaktif, Banda: Sebanyak 273 unit hunian sementara akan ditempati para pengungsi korban gempa dan tsunami, mulai Selasa (15/2) besok. Menurut Totok Pri, Ketua Satgas Pembangunan Barak
Pengungsi Aceh di Banda Aceh, Senin (14/2), ke-273 unit hunian sementara ini tersebar di sembilan kabupaten dan satu kotamadya. Jumlah ini, menurut Totok, merupakan bagian dari 803 unit hunian sementara yang akan ditempati pengungsi pada relokasi tahap I, periode 15 Februari - 14 Maret 2005. "Jika selesai semua, akan menampung 9.730 kepala keluarga," kata Totok.

Proses pemindahan dalam tahap I ini, menurut Totok, akan dilakukan bertahap dalam empat skenario. Yang pertama adalah pemindahan ke-273 unit, kemudian 323 unit, 401 dan terakhir 387 unit.

Totok menjelaskan, pembangunan hunian sementara inimenghadapi berbagai masalah, seperti sulitnya mencari lokasi hunian sementara, pemenuhan materi bahan bangunan,
serta transportasi untuk pengiriman bahan bangunan.

Sementara itu menurut Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, di Banda Aceh terdapat sekitar 34 ribu pengungsi yang tersebar di banyak lokasi pengungsian di Kota Banda Aceh. Mawardy mengatakan ada sembilan lokasi pengungsian utama yang harus segera direlokasi di tahap pertama ini,
diantaranya dari Gedung DPRD, Dinas Sosial, Taman Budaya dan beberapa masjid. "Total keseluruhan yang harus secepatnya direlokasi adalah 1.787 kepala keluarga, atau 5.850 jiwa," kata Mawardy.

Untuk hari pertama besok, menurut Mawardy, akan diberangkatkan sekitar 425 pengungsi dari berbagai lokasi pengungsian untuk menempati tujuh unit hunian sementara yang ada di Lhong Raya, Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Rencanyanya, para pengungsi ini akan diangkut dengan bus Damri dari halaman kantor Kodim 0101 Banda Aceh.

"Hari ini kita sudah persiapkan, semacam gladi resik," kata Mawardy. Satu unit hunian sementara ini, menurut Mawardy yang orang teknik itu, bernilai Rp 250 juta. "Berapa anggaran yang harus disediakan pemerintah lewat APBN, ya tinggal kalikan saja banyaknya unit dengan harganya," kata Mawardy.

Sama seperti di Kotamadya Banda Aceh, di Kabupaten Aceh Besar, relokasi hari pertama akan dilakukan di satu lokasi yang sudah jadi, yakni Sireun. "Sebetulnya ada tiga yang sudah selesai, tapi yang sudah benar-benar
jadi ada satu, yakni Sireun, sore ini akan saya cek lagi, kalau yang dua juga siap, maka tiga-tiganya akan langsung diisi besok," kata Rusli Muhammad, Bupati Aceh Besar.

Di Aceh Besar sendiri, menurut Rusli, jumlah pengungsi mencapai 107 ribu yang berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya. "Walau kami masih kekurangan tempat-tempat hunian sementara, tapi untuk relokasi besok, kami
sudah siap," kata Rusli.

Adapun pengungsi yang besok akan dipindahkan ke lokasi
hunian sementara, menurut Rusli, adalah mereka yang mendiami sekolah-sekolah. "Agar kegiatan belajar mengajar sudah mulai bisa dilakukan," kata Rusli.

Di tempat hunian sementara itu sudah disiapkan
keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK), dapur umum, juga tempat ibadah.

Agus Hidayat

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
pengungsi aceh  Foto oleh : Adrin pengungsi aceh  Foto oleh : Adrin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Masih Banyak Tempat Relokasi yang Belum Siap Huni
Pemain Bola Amerika Bantu Korban Tsunami
Pembakaran Sampah Ganggu Lalu Lintas di Meulaboh
BPK Ajak Negara-Negara Donor Audit Bantuan Aceh
DPR Hargai Kerja Komnas PA
Nelayan di Nagan Raya Pertanyakan Bantuan
Sebagian Barak di Nagan Raya Tidak Layak
Gempa 5,7 SR Kembali Melanda Aceh
Berkas Pemeriksaan Kapten Syueb Diserahkan ke Oditur
Anggota Dewan Minta TKI Ilegal Dilegalkan di Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data