Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Saksi Akui Ada Pengadaan Selain Minyak Goreng
Senin, 14 Pebruari 2005 | 16:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Saksi Irsan Amir, mantan direktur keuangan KDI (Koperasi Dagang Indonesia) mengakui terdapat penyelewengan dana Bulog yang digunakan untuk pengadaan barang lain diluar minyak goreng. Ia menyebutkan sekitar Rp 30 miliar dana digunakan untuk pengadaan terigu, gula pasir, minyak goreng, dan beras yang berasal dari dana Bulog yang seharusnya disetor KDI sebesar Rp 169 miliar.

"Saya tidak tahu adanya larangan tidak boleh digunakan selain untuk minyak goreng," katanya dalam persidangan terdakwa kasus penyelewengan dana Bulog untuk pengadaan minyak goreng, Nurdin Halid di Pengadilan Negeri Jakarta Selasa, Senin (14/2).

Ia membantah pernyataan penasihat hukum Nurdin Halid, Alamsyah, yang mengatakan untuk pengadaan barang diluar minyak goreng, mungkin saja berasal dari iuran anggota KDI.

KDI sendiri merupakan kumpulan 13 induk koperasi-koperasi diantaranya Inkopontren (Induk Koperasi Pondok Pesantren), Inkopat (Induk Koperasi Angkatan Darat), Inkopal, Inkopau dan lain-lain yang diwajibkan membayar iuran anggota masing-masing Rp 50 juta dan iuran wajib Rp 100 juta. "Tidak mungkin dari iuran anggota karena jumlahnya kecil sekali," katanya.

Jaksa penuntut umum Arnorld Angkou mengatakan dalam perjanjian KDI-Bulog No. 977 A pasal 3 ayat 2 disebutkan penyediaan dana pihak pertama (Bulog) ke pihak kedua (KDI) hanya untuk pengadaan minyak goreng dan tidak boleh digunakan selain untuk kepentingan minyak goreng. Meskipun dalam perjanjian 977 B tidak diatur secara khusus larangan pengadaan selain minyak goreng, tegas Angkou, kebijakan tersebut tidak bisa dipisah-pisahkan karena merupakan satu kebijakan dalam rapat koordinasi terbatas Agustus 1998. Rapat menugasi KDI untuk distribusi minyak goreng. "KDI tidak punya modal karena semuanya dari Bulog dan dalam tujuh hari dari setiap transaksi penjualan, dana sudah harus dikembalikan ke Bulog. Lalu atas dasar apa menunda pembayaran ke Bulog apalagi digunakan selain untuk minyak goreng," tegasnya.

KDI seharusnya menyetornya dana Rp 282 miliar namun yang baru disetorkan adalah Rp 114 miliar sehingga masih kurang Rp 169 miliar. Hingga saat ini dana tersebut belum disetorkan.

Saat ini sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi mantan Kabulog Rahardi Ramelan.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan beras di gudang penyimpanan beras di Dolog Jaya/ gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, 25 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/325/2000; 20000717]. Suasana/ kegiatan di gudang beras BULOG Cikande, Jawa Barat tanggal 26 Mei 2000  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/326/2000; 2000/07/18].<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000625-030, 20010722-034
Beras
Gudang Beras Bulog
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Khawatir Target Stok Beras Tahun Ini Tidak Tercukupi
Menlu: Perjanjian Ekstradiksi dengan Singapura, Sedang Proses
Tim Tangani Koruptor yang Lari Ke Luar Negeri Segera Terbentuk
Puluhan Ton Beras Bantuan Dimusnahkan
Pemerintah Bentuk Tim Terpadu Kejar Buronan Keluar Negeri
Dewi Motik dan Nurdin Halid Saling Bantah
Dewi Motik Tidak Tahu Menahu Soal Dana yang Didepositokan
Lima Saksi Fakta Diajukan dalam Sidang Nurdin Halid
Kuasa Hukum Letlet Keberatan Status Ganda Jaksa
Let Let dan Walla Pertanyakan Tuntutan Jaksa
> selengkapnya...


Referensi

Sejahtera Dulu, Baru Berantas Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Keppres No. 29/2000 tentang Badan Urusan Logistik
UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
> selengkapnya...

Website

Badan Urusan Logistik
Badan Urusan Logistik


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data