Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Nelayan Korban Tsunami Mulai Melaut
Minggu, 13 Pebruari 2005 | 04:40 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Beberapa nelayan di kampung Lambada Lhok, Lambada Peukan,
mulai melaut kembali. Tidak hanya itu mereka juga mulai membangun
balai pertemuan dan dilanjutkan dengan tempat tinggal. "Ini untuk
tahap sementara. Kami sudah tidak melaut sejak 1,5 bulan lalu," ujar
Maemun, koordinator lapangan nelayan yang difasilitasi dua lembaga
swadaya masyarakat, Mercy Corps dan Yayasan Sosial Kreasi, Sabtu (12/2).

Menurut anggota Mercy Corps, Slamet Riyadi yang sedang berada di
bekas perkampungan pantai itu, selama di pengungsian para penduduk
yang umumnya tinggal laki-laki itu sudah tidak tahan untuk melaut
kembali. "Bosan juga mereka hanya makan dan diberi bantuan terus sama
orang," ujarnya. Karena itu sejak Jumat (11/2) mereka mulai mencari
ikan cangkalang dan tuna untuk dijual.

Sebanyak 35 kapal nelayan dengan mesin motor mulai aktif melaut dan
beberapa nelayan lain membangun sebuah gedung di sisi kiri masjid
Teuku Cieuk Lambada Lhok. Bangunan kayu dengan model rumah panggung
itu sedang dikerjakan Suleman dan kawan kawan untuk gedung pertemuan
para nelayan. Selain gedung itu, mereka juga akan membangun tempat
pelelangan ikan dan pemukiman diantara kegiatan laut tersebut.

Langkah Mercy Corps yang memfasilitasi pembangunan kembali pemukiman
ini, ujar Slamet tidak akan berbenturan dengan master plan yang
saat ini sedang digodok di Jakarta. "Ini karakter mereka. Mereka
kerjanya melaut, bukan di darat. Mereka justru stres karena tidak di
laut," ujar Slamet. Selain itu, bangunan semi permanen ini, ujar
Slamet hanya bersifat sementara. "Ini untuk tahap darurat saja,"
ujarnya. Setelah ada master plan, itu akan daerah itu akan disesuaikan
dengan master plan tersebut.

Namun, ujar Maemun, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan
Perikanan sudah memberikan persetujuannya membangun kembali
pemukiman di dekat pantai seperti semula sebelum terjadinya tsunami.
"Kecuali daerah pantai, yang lain yang saya dengar memang akan
didorong sejauh 3 kilometer," ujarnya. Nelayan sendiri, ujar Maemun,
perlu pemukiman yang dekat dengan perahunya sekaligus mengawasi
alat mencari makan mereka itu.

Yophiandi/Adi Warsidi-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SPP Dibebaskan, Mahasiswa Unsyiah Tetap Demo
Pengungsi di Nagan Raya Terindikasi Terkena TBC
Unicef Rencanakan Program Identifikasi Anak Aceh yang Terpisah
Nelayan Banda Aceh Mulai Mencari Ikan
Menlu Jerman: Moratorium Utang Tergantung Paris Club
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman kepada Nasabah
Ribuan Anak Aceh Terpisah dari Orang Tua Mereka
Musyawarah Rekonstruksi Aceh di Istana Negara
Bupati Aceh Utara Larang Pengungsi Mengkonsumsi Mi Instan
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data