|
Nasional
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 18:15 WIB
TEMPO Interaktif, Meulaboh: Dua bank yang beroperasi di Meulaboh, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Pemerintah Daerah (BPD) di Aceh Barat, hingga Jumat (11/2) belum bisa melayani pinjaman dana. Padahal, warga sangat membutuhkan pinjaman modal untuk menata kembali kehidupan mereka setelah bencana alam dan gelombang tsunami.
Menurut Chairuman, Kepala Cabang BPD Meulaboh, peminjaman uang oleh nasabah memerlukan persyaratan bank. "Apalagi pascatsunami semua persyaratan pendukung pinjaman masih susah untuk dilengkapi, dan bank juga harus mempertimbangkan risiko," ujar Chairuman kepada Tempo di Meulaboh, Jumat (11/2).
Dikatakannya, saat ini perusahaannya tidak ingin menambah kerugian bank dengan risiko peminjaman saat ini. Akibat tsunami saja, BPD Meulaboh, Calang, Jeram, Tenom, dan Lamno mengalami kerugian kehilangan aset anggunan pinjaman sebesar Rp 15 miliar. Sementara total aset kerugian BPD Meulaboh yang hancur mencapai Rp 20 miliar.
Hal serupa juga diucapkan, Edi Daud, Asisten Manajer Operasional BRI Meulaboh, yang mengatakan, selama mulai operasi pada 7 Februari lalu belum melayani pinjaman. Sampai kapan? "Belum ada instruksi," katanya.
Kedua bank tersebut praktis sehari-hari hanya melayani penarikan uang oleh nasabah dengan persyaratan tertentu seperti surat keterangan Lurah dan surat kehilangan dari kepolisian.
Sampai saat ini, BPD Cabang Meulaboh telah menyalurkan dana selama sebulan beroperasi dari tanggal 10 Januari hingga 11 Februari sebesar Rp 20 miliar.
Sementara BRI Meulaboh sendiri, sejak buka tanggal 7 Februari lalu lebih banyak menerima dana daripada menyalurkan dananya sebesar Rp 6 miliar.
Fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) kedua bank itu bisa akan beoperasi dalam jangka waktu tertentu. Alasannya, mesin rusak.
Hambali Batubara-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|