Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman kepada Nasabah
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 17:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dua bank yang beroperasi di Meulaboh, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Pemerintah Daerah (BPD) di Aceh Barat, hingga Jumat (11/2) belum bisa melayani pinjaman dana. Padahal, warga sangat membutuhkan pinjaman modal untuk menata kembali kehidupan mereka setelah bencana alam dan gelombang tsunami.

Menurut Chairuman, Kepala Cabang BPD Meulaboh, peminjaman uang oleh nasabah memerlukan persyaratan bank. "Apalagi pascatsunami semua persyaratan pendukung pinjaman masih susah untuk dilengkapi, dan bank juga harus mempertimbangkan risiko," ujar Chairuman kepada Tempo di Meulaboh, Jumat (11/2).

Dikatakannya, saat ini perusahaannya tidak ingin menambah kerugian bank dengan risiko peminjaman saat ini. Akibat tsunami saja, BPD Meulaboh, Calang, Jeram, Tenom, dan Lamno mengalami kerugian kehilangan aset anggunan pinjaman sebesar Rp 15 miliar. Sementara total aset kerugian BPD Meulaboh yang hancur mencapai Rp 20 miliar.

Hal serupa juga diucapkan, Edi Daud, Asisten Manajer Operasional BRI Meulaboh, yang mengatakan, selama mulai operasi pada 7 Februari lalu belum melayani pinjaman. Sampai kapan? "Belum ada instruksi," katanya.

Kedua bank tersebut praktis sehari-hari hanya melayani penarikan uang oleh nasabah dengan persyaratan tertentu seperti surat keterangan Lurah dan surat kehilangan dari kepolisian.

Sampai saat ini, BPD Cabang Meulaboh telah menyalurkan dana selama sebulan beroperasi dari tanggal 10 Januari hingga 11 Februari sebesar Rp 20 miliar.

Sementara BRI Meulaboh sendiri, sejak buka tanggal 7 Februari lalu lebih banyak menerima dana daripada menyalurkan dananya sebesar Rp 6 miliar.

Fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) kedua bank itu bisa akan beoperasi dalam jangka waktu tertentu. Alasannya, mesin rusak.

Hambali Batubara-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana genangan air/ banjir di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324]. Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sri Sultan Nyatakan Yogyakarta Aman
Korban Meninggal DBD Jakarta Selatan Jadi Tujuh Orang
Kota Bekasi Sudah Siaga DBD
Ribuan Anak Aceh Terpisah dari Orang Tua Mereka
Musyawarah Rekonstruksi Aceh di Istana Negara
Kota Bogor Masuk Siaga DBD
Nama Calon Kepala Staf TNI Sudah di Tangan Presiden
Presiden Akan Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Warga Khawatirkan Tanggul Sungai Citarum Jebol
Hujan Deras Turun Merata di Bogor
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi
Status Propinsi Terhadap KLB DBD (sampai dengan 17 Maret 2004)
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data