|
Nasional
Ribuan Anak Aceh Terpisah dari Orang Tua Mereka
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Sosial mendata 9.106 anak Aceh yang terpisah dari orang tua mereka hingga pukul 05.00 WIB, Jumat (11/2). "Data ini diperoleh Departemen Sosial bekerja sama dengan UNICEF dan Save The Children. Data lengkap dengan nama dan alamat mereka," ujar Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (11/2).
9.106 orang anak ini tersebar di 3 lokasi. Di Nangroe Aceh Darussalam sendiri tercatat 4.828 orang, di Medan 3.462 orang dan di Jakarta 816 orang. Jumlah ini mendekati perkiraan Departemen Sosial yaitu 10 ribu orang anak yang terpisah dari orang tua mereka. Jumlah anak yang terpisah dari orang tua mereka sama dengan 2,5 persen dari jumlah total perkiraan pengungsi di Aceh yaitu 400 ribu orang.
Data ini belum termasuk 11 orang anak yang baru tiba di bandara Halim Perdana Kusumah tadi malam. Posko Satgasnas Perlindungan Anak Departemen Sosial mencatat pertambahan jumlah anak. "Mungkin tiba dengan pesawat tadi malam," kata Yelmita, staf Posko Satgasnas kepada Tempo.
Untuk mengatasi masalah ini, Departemen Sosial bekerja sama dengan UNICEF dan Save The Children mendirikan pusat anak-anak. Dari 20 tempat yang direncanakan, 18 unit sudah dibangun. "Ada 4 tempat di luar Jakarta, yaitu di Lhokseumawe, Banda Aceh, Meulaboh dan Medan," ujar Bachtiar.
Children Centre ini bertujuan mendata anak-anak yang terpisah dari orang tua mereka, untuk selanjutnya dilakukan penelusuran jejak keluarga mereka. "Jika berhasil ditemukan, akan dipertemukan kembali," kata Bachtiar.
Tetapi jika keluarga anak-anak ini belum ditemukan atau dinyatakan telah meninggal, anak-anak ini dirawat di pusat anak-anak untuk dididik dan dilatih serta mendapat perawatan penanggulangan trauma. "Reunifikasi tetap menjadi prioritas," tegas Bachtiar.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial Pudji Hastuti, menambahkan saat ini masing-masing pusat anak-anak menampung 50-100 orang anak. "Misalnya di Panti Sosial Bina Remaja di Banda Aceh menampung 100 orang anak. Di rumah sosial perlindungan anak di Bambu Apus Jakarta ada 40 anak," kata Pudji. Depsos sendiri saat ini baru mengelola lima tempat.
Untuk reunifikasi, menurut Pudji, Departemen Sosial baru berhasil mempertemukan 79 orang anak dengan orang tua mereka. "Jumlah ini belum digabung dengan hasil dari media massa yang berhasil melakukan reunifikasi, seperti Metro TV dan SCTV serta lembaga-lembaga lain," kata dia.
Jumlah reunifikasi yang masih minim ini diakui Pudji. Untuk itu diperlukan bantuan berbagai pihak. Posko Satgasnas meminta masyarakat melaporkan jika ada anak Aceh yang terpisah dari keluarga mereka di nomor telepon 021-3100375.
Ami Afriatni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|