Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kwik: Peta Kekuatan Pra Kongres PDIP Belum Jelas
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 15:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Fungsionaris PDI Perjuangan Kwik Kian Gie, memprediksi akan ada tiga kekuatan yang bersaing ketat dalam kongres di Bali. Hal ini disampaikan Kwik usai bertemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jumat (11/2).

Menurut Kwik, tiga kelompok ini muncul sebagai reaksi
atas kuatnya kemungkinan Megawati Sukarnoputri untuk
tampil kembali karena dukungan massa yang masih kuat. Dia menilai, dari tiga calon yang saat ini muncul (Megawati, Sophan Sophiaan, dan Guruh Sukarnoputra), baru Megawati yang jelas menyatakan sikapnya.

Kwik menambahkan, Megawati sendiri mau dicalonkan
apabila dipilih melalui formatur tunggal. Sebagai
formatur tunggal, dia akan menentukan dirinya sendiri
sebagai ketua umum. Kalau sudah menjadi ketua umum,
Megawati juga akan meminta hak prerogratif.

Padahal, kata Kwik, pendapat arus bawah justru
sebaliknya. Di kalangan arus bawah aspirasi yang
muncul menghendaki Megawati, tapi jangan lagi formatur
tunggal dan jangan dengan hak prerogatif. Dia menduga,
dua aspirasi inilah yang akan mengerucut di kongres.
Tapi, pendapat mana yang akan mayoritas? "Itu belum jelas," katanya.

Dengan isyarat ini, memang tak lantas membuat peluang
dari calon selain Megawati tertutup. Berdasarkan hasil
pengamatannya, para kader yang mendukung Megawati,
saat ditanya soal sikap Megawati tersebut, umumnya
mengatakan "waduh." "Pada umumnya tidak bisa terima,"
kata dia.

Jika Mega berkukuh dengan pendiriannya tersebut,
kata kwik, akan ada tiga kelompok. Kelompok pertama berpandangan, apa boleh buat. Artinya, mereka akan menerima soal formatur tunggal dan hak prerogatif. Kelompok kedua, mereka akan berjuang mati-matian untuk meyakinkan Megawati agar jangan bersikap seperti itu.

Sedangkan kelompok ketiga, jika Megawati tetap kukuh dengan pendapatnya, ya tidak usah saja. "Mana pendapat yang dapat mayoritas, baru di Bali ketahuannya," kata Kwik.

Dalam pertemuan itu, kata Kwik secara spontan Presiden
juga menyampaikan klarifikasi atas adanya tuduhan dirinya mengobok-obok PDI Perjuangan. "Ini gimana koq saya dikata-katain ngobok-ngobokin," kata Yudhoyono kepada Kwik dan Sri Edi Swasono. Saat bertemu Presiden, Kwik Kian Gie memang bersama mantan Ketua Dewan Koperasi Indonesia itu.

Kwik sendiri sangat yakin Yudhoyono tak akan mengobok-obok PDI Perjuangan. "Dalam pertemuan tadi
konfirmasi sekali lagi, dan tolong diberitakan,
Presiden Yudhoyono sama sekali tidak ada niat sedikitpun mengobok-obok PDIP," tandas Kwik.

Bahkan, kata Kwik, Yudhoyono sangat berkepentingan
agar agar PDIP menjadi partai besar dan kuat. Ibarat
rumah, PDI Perjuangan itu ibarat organisasi sosial
politik yang memiliki sejarah panjang sejak 1927 yang
memmiliki ciri khas nasionalis dan berwawasan
kebangsaan.

Abdul Manan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Satgas PDI P membantu menarik becak yang sarat muatan saat berlangsungnya Kongres I PDI Perjuangan di Hotel Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah,  26 Maret - 1 April 2000.  [TEMPO/ Rini PWI; 30d/184/2000; 20000629]. Pendukung PDI Perjuangan yang tergabung dalam Banteng Muda Indonesia (BMI) memperingati Peristiwa 27 Juli 1996 keliling kota menggunakan bus metro mini di Jl. Diponegoro, Jakarta, 27 Juli 2000. [TEMPO/ Bernard Chaniago; 30d/402/2000; 2000/07/28].
Becak
Peringatan Peristiwa 27 Juli 1996
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BMI Ingin Jadi Onderbouw PDIP
Kwik Nilai Kenaikan Harga Premium 40 Persen Tidak Realistis
Dana Kompensasi Kenaikan BBM Dinilai Sulit Tepat Sasaran
Mega: Sebenarnya Saya Ingin Pensiun dari Politik
Guruh Bentuk Tim Sukses di Bali
PDIP Solo akan Kirim Pasukan Berani Mati ke Konggres
Arifin Panigoro Mundur dari DPR
Megawati Tidak akan Berikan Pidato Politik
PDIP Tidak Halangi Jika Golkar Mundur dari Koalisi Kebangsaan
Kwik Siap Mundur Jika Gang of Three Tetap di PDIP
> selengkapnya...


Referensi

Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Profil Pramono Anung Wibowo
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD

Website

Megawati Sukarnoputri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data