Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pesawat Latih Bravo Tak Dipakai Lagi
Rabu, 09 Pebruari 2005 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Chappy
Hakim menyatakan, untuk sementara pesawat latih jenis
Bravo tidak lagi digunakan oleh TNI AU. Pelarangan
terbang itu menyusul tragedi jatuhnya pesawat latih AS
202 Bravo yang menewaskan salah satu penerbangnya,
Mayor (Pnb) Wahyu Widodo.

"Sebenarnya pesawat itu cukup handal dan sudah
memiliki jam terbang tinggi. Tetapi karena ada musibah
kemarin, untuk sementara tidak akan terbang sampai ada
hasil penyelidikan," kata Chappy Hakim saat berada di
Skuadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara (Lanud) Adi
Sucipto Yogyakarta, Rabu (9/2)

Dikatakan Chappy, selama pesawat latih jenis Bravo
tidak dipergunakan, maka latihan penerbangan TNI AU
meggunakan pesawat latih jenis Charlie dan KT 1
Woongbee. Pesawat Bravo sendiri, kata dia, kemungkinan
bisa dipakai lagi setelah ada hasil pemeriksaan yang
menyatakan boleh terbang.

Seperti diberitakan, pesawat latih milik TNI AU
Skuadik 101 Lanud Adi Sucipto jatuh menimpa rumah
penduduk di Grogolsari, Juwangin, Purwomartani Sleman
Yogyakarta, Senin (8/2) siang. Jatuhya pesawat itu
menewaskan salah satu pilotnya, Mayor (Pnb) wahyu
Widodo. Sedang pilot satunya, Mayor (Pnb) Mukhson luka
parah. Hingga saat ini, Mukson masih dirawat di RSUP
Dr Sardjito Yogyakarta.

Menurut Chappy Hakim, sebab-sebab jatuhnya pesawat
tersebut secara pasti belum diketahui. Hanya saja,
kata dia, ada kemungkinan sebelum pesawat tersebut
jatuh menimpa rumah, kondisi mesin pesawat telah mati.
Sebelum jatuh, kata dia, pesawat terbang selama 40
menit dan sempat melakukan tauch and go.

Syaiful Amin-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota ABRI dari Paskhas saat mengikuti upacara hari ABRI [ TEMPO/Rini PWI; 19D/176/93; 20010322 ] Polisi Brimob dan prajurit Paskhas TNI AU pada acara pemakaman anggota Paskhas yang gugur di Aceh, tahun 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 32d/041/2001; 2001/02/07].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PBHI: Presiden Harus Perhatikan Track Record Calon Kepala Staf TNI
Pilot Pesawat Latih TNI AU yang Jatuh Akhirnya Tewas
Pilot Pesawat Latih Meninggal Dunia
Penyebab Utama Kecelakaan Lion Air Hydroplaning
Pesawat Latih TNI AU Jatuh Menimpa Rumah Penduduk
Pasien Demam Berdarah di RS Tarakan Terus Meningkat
Tim Investigasi Perhubungan Selidiki Tergelincirnya Lion Air
Lion Air Tergelincir di Makassar
Cuaca Penyebab Kecelakaan Lion Air
Dephub: Lion Air Sehat
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air
TNI Angkatan Udara
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data