|
Nasional
Sejumlah Pengungsi Aceh Bangun Kembali Pemukiman Asal
Rabu, 09 Pebruari 2005 | 16:19 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Sejumlah pengungsi yang dikoordinir Mercy Corps mulai membangun kembali pemukiman asalnya. "Ada bagian dari wilayah mereka yang tidak terkena tsunami, dan masih baik kondisinya," ujar Direktur Operasi Mercy Corps Dan Curran, Rabu (9/2).
Mercy membantu para pengungsi itu melalui cash forward program. Program ini memberikan insentif bagi para pengungsi yang membersihkan, atau membangun kembali rumahnya di daerah yang aman, dalam radius yang dekat dengan tanah asalnya. Di Kecamatan Baitul Salam, Aceh Besar, misalnya, sudah ada 3-4 kepala keluarga yang tinggal di daerah asal mereka.
Menurut Team Leader Grants Mercy, Fatma Irina, siang ini setidaknya sudah ada 10 kepala keluarga yang akan tinggal di daerah itu. Di Baitul Salam itu, ada 747 pekerja yang bekerja dengan honor Rp 35 ribu per hari, yang dibayarkan secara tunai.
Diperkirakan sampai hari Minggu ini, ada ratusan kepala keluraga yang tinggal kembali di daerah asal mereka. Di Desa Nusa, kecamatan Lhok Nga contohnya, sudah ada 180 orang pekerja, dan 500 orang yang ikut program Mercy itu.
Adapun mitra Mercy di Aceh, Yayasan Cut Nyak Dhien memfokuskan diri dengan kegiatan pembersihan sekolah-sekolah. Ketua Yayasan Dina Fajar mengatakan, relawan mereka adalah para guru yang siap ditempatkan di sekolah-sekolah di Aceh, ketika masa sekolah telah tiba, pada 26 Januari silam. "Tapi kami lihat sekolah kotor, akhirnya kami pikir lebih baik membersihkan dulu sekolah dan jalan masuknya," ujar Dina.
Yophiandi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|