|
Nasional
Presiden Berjanji Tidak Bredel Pers
Rabu, 09 Pebruari 2005 | 14:36 WIB
TEMPO Interaktif, Pekan Baru:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan, pemerintahannya tidak akan membredel pers seperti masa Orde Baru. Presiden percaya lembaga pers akan menaati kode etik.
“Dengan alasan percaya itulah, pemerintahan saya tidak akan melakukan pembredelan,” katanya ketika membuka Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-8 di Pekan Baru, Riau. Karena itu, dia juga menjamin pembentukan Badan Informasi dan Komunikasi yang dibentuknya, tidak akan bekerja seperti eks Departemen Penerangan.
“Sekarang zamannya tidak lagi perlu banyak intervensi terhadap pers karena gugatan bisa juga dilakukan oleh pers itu sendiri, kalau pers itu melakukan tindakan tidak sesuai kode etik," ujar Yudhoyono memaparkan.
Dia berharap, kasus-kasus yang menyangkut pemberitaan tidak langsung dibawa ke pengadilan. Dia menyarankan agar yang terkena kasus, sebaiknya menggunakan hak jawab terlebih dulu. Bagi lembaga pers sendiri juga diharapkan memberikan hak jawab bagi penggugat yang merasa dirugikan atas pemberitaan itu.
Hanya saja, Presiden juga tak mau melarang apabila orang yang merasa dirugikan membawa persoalannya hingga ke pengadilan. “Jangankan pers. saya saja sebagai Presiden dua sampai tiga bulan sekali mendapat gugatan dari masyarakat,” katanya.
Namun semua itu diterimanya dengan lapang dada. Karena Yudhoyono yakin, gugatan yang ditujukan kepadanya adalah itikad baik dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja pemerintahannya.
Evalisa Siregar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|