Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PBHI: Presiden Harus Perhatikan Track Record Calon Kepala Staf TNI
Rabu, 09 Pebruari 2005 | 03:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia) Jhonson Panjaitan, mengingatkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memperhatikan rekam jejak orang-orang yang hendak dicalonkan menjadi kepala-kepala staf tiga angkatan TNI. Menurut Jhonson, jangan sampai kandidat yang akan dipilih pernah tersangkut diduga terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran hak azasi manusia.

Menurutnya, untuk menciptakan TNI yang profesional, seperti cita-cita reformasi TNI, harus diawali dengan susunan pejabat TNI yang profesional pula. "TNI yang profesional dan sungguh-sungguh akan membawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik," kata Jhonson kepada Tempo, Selasa (8/2) sore.

Selain profesionalitas, orang-orang yang akan dicalonkan tersebut harus pula bersih dari campur tangan politik, artinya bukan partisipan dari kelompok-kelompok politik tertentu. Jhonson juga minta DPR tidak mempolitisasi proses-proses pergantian kepemimpinan di tubuh TNI.

Sementara itu, Imparsial meminta diharuskannya sebuah penelitian cermat, demi keamanan publik, terhadap para calon kepala staf TNI. "Tidak ada salahnya, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pandangan Komnas HAM untuk memberi tanggapan tentang orang-orang yang akan diangkatnya sebagai kepala staf," kata Al Araf. "Jika SBY melakukan itu tentunya sangat bijak," lanjut dia.

Memang, tambah Jhonson Panjaitan, jumlah perwira-perwira yang potensial semakin sedikit karena ada beberapa diantara mereka yang diduga terkait kasus-kasus pelanggaran HAM.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal Lusitania Expresso Madeira dikawal kapal perang Indonesia KRI Yos Sudarso dan KRI Ki Hajar Dewantara di perairan ZEE Indonesia, 1992 [Dok. TEMPO/ Hidayat SG; 9d/085/92; 2000/09/21]. Anggota ABRI dari Paskhas saat mengikuti upacara hari ABRI [ TEMPO/Rini PWI; 19D/176/93; 20010322 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hasil Voting, Interpelasi Ditolak
Hak Interpelasi Hanya Didukung Tiga Fraksi
DPR Putuskan Usulan Hak Interpelasi Pengangkatan Panglima TNI
Djaja Soeparman Masuk Bursa Calon KSAD
TNI Akan Perbaiki Jalan Banda Aceh-Meulaboh
Imparsial Desak Komnas HAM Kritisi Mutasi TNI
Imparsial Pertanyakan Promosi Perwira TNI
KSAD: Soal Pergantian Panglima TNI, Terserah Presiden
Angkatan Darat Akan Kirim 6.000 Personil Ke Aceh
Pemimpin TNI-Polri Diganti Bulan Februari
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
PP RI No.3 Thn.2003 Tentang Pelaksanaan Teknis Institusional Peradilan Umum Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia
PP RI No.2 Thn.2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data