Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Masyarakat Aceh Minta Master Plan Disosialisasikan
Selasa, 08 Pebruari 2005 | 06:16 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Warga masyarakat Banda Aceh umumnya menginginkan agar hasil yang dicapai dalam dialog antara pemerintah dengan masyarakat Aceh, mengenai relokasi dan rekonstruksi kota Banda Aceh nantinya, tidak merugikan masyarakat.

Ketua DPRD Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Said Fuad Zakaria mengatakan, pemerintah nantinya harus terbuka dengan konsep-konsep yang ditawarkan dalam master plan. Masukan-masukan dari masyarakat Aceh harus betul-betul ditampung dan dicerna agar tidak menimbulkan konflik sosial nantinya.

Menurutnya, sosialisasi masyarakat harus dilakukan jauh-jauh hari. Masyarakat Aceh harus diberikan pengertian. Selain itu, masalah yang bisa menimbulkan konflik, seperti lokasi dan tanah tempat asal mereka juga harus dipikirkan. "Jangan sampai merugikan masyarakat," ujarnya, Senin (7/2).

Umar, warga Aceh yang mengungsi di kamp pengungsian Ajun, Banda Aceh, mengatakan, kalau pemerintah sudah menyiapkan master plan yang baik nantinya, agar tidak merugikan masyarakat.

Master plan hasil dialog itu juga harus disosialisasikan juga kepada masyarakat untuk mengetahui masyarakat bisa menerima atau tidak. "Pembangunan yang diberikan sesuai dengan yang sudah lenyap. Kalau ada satu orang yang lenyap 10 juta, jangan diganti dengan 5 juta," jelasnya.

Umar menjelaskan, pemerintah harus mencari solusi untuk itu karena banyak bantuan dari luar yang terus mengalir sampai saat ini. Walaupun demikian, Umar juga mengatakan harusnya pembangunan bisa dilakukan secepatnya. "Kalau bisa, dikembalikan ke tempat semula,? usulnya

Dia juga mengatakan relokasi yang sedang diusahakan pemerintah juga baik, tapi tempat yang permanen juga harus dipikirkann cepat. Tentunya, karena berlama-lama di relokasi juga akan menimbulkan masalah baru seperti penyakit dan status sosial masyarakat.
"Kalau bisa juga, pemerintah harus memberikan modal kerja bagi korban tsunami," ujar Umar.

Mukim Desa Lampuuk, Cut M. Daud menyebutkan, dirinya dan warga desanya ingin kembali lagi ke tempat asalnya. Daud bukan tidak mengerti tentang bahaya yang bisa timbul kemudian hari karena desanya yang terletak di bibir laut.

Yang dia maksud adalah kembali ke desa dengan membangun perkampungan di daerah yang lebih tinggi. Di Desa Lampuuk terdapat areal kebun di daerah perbukitan yang tidak tersentuh tsunami. "Luasnya kira-kira dua kilometer persegi, di situ kami ingin dibangun rumah," sebutnya.

Selain itu , dia juga mengharapkan nantinya dialog juga membahas tentang keamanan bagi warga. Masyarakat jangan dilarang dengan peraturan yangmacam-macam. "Asal tidak melanggar aturan Allah dan negara, tidak ada larangan-larangan, harus ada kebebasan," tegas dia. Daud mencontohkan, kalau ada warga yang bekerja di kebun, janganlah disalah sangkakan dengan lain-lain seperti membantu GAM dan sebagainya.

Kemudian dia juga mengharapkan pemerintah menurunkan suatu tim untuk mendata, kemana para warga ingin dipindahkan. Kalau ingin kembali ke desanya, harusnya pemerintah juga memberikan fasilitas buat mereka. "Yang penting jangan merugikan masyarakat," sebut Daud kepada Tempo.

Adi Warsidi-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Yakini Belum ada Wabah Menular di Aceh
DPR Anggap Aceh Masih Dalam Kondisi Darurat
Gus Dur Hadiri Istighotsah 40 Hari Bencana Tsunami
Bangunan Terdekat Berjarak 20 Kilometer dari Pantai Aceh
UNDP Bantu Pengelolaan Sampah Aceh
Pusat Trauma Untuk Anak dan Remaja Aceh
Pemda Aceh Kaji Cetak Biru Tata Ruang
Dibutuhkan, Perlindungan Hak Perdata Korban Tsunami
Dephan Terima US$ 300 Ribu dari RRC untuk Aceh
WHO Terus Berupaya Cegah Wabah Penyakit di Aceh
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data