Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Djaja Soeparman Masuk Bursa Calon KSAD
Selasa, 08 Pebruari 2005 | 04:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bekas Panglima Kodam Jaya Letjen Djaja Soeparman masuk dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang akan diusulkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Djaja masuk bursa calon KSAD karena ia menjadi satu di antara perwira-perwira tinggi TNI AD yang menduduki jabatan bintang tiga di TNI. Ia saat ini menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) TNI.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, calon-calon kepala staf angkatan yang akan diusulkan kepada Presiden diambil dari perwira tinggi yang kini menduduki jabatan bintang tiga di TNI. Ia menolak menyebutkan nama-nama calon itu. "Sampai saat ini tidak saya miliki daftar usulan calon kepala staf angkatan," ujarnya Senin (7/2) sore.

Namun, Sjafrie kemudian menjelaskan perwira yang sesuai dengan kriteria itu. Saat ini, kata dia, ada empat pos jabatan bintang tiga dalam struktur TNI yang dijabat perwira tinggi TNI AD. Masing-masing Wakil KSAD, Panglima Kostrad, Irjen TNI, serta Komandan Kodiklat TNI.
Dari empat pos itu, kata dia, hanya tiga yang kini dipegang bintang tiga atau letnan jenderal, yakni Wakil KSAD Letjen Djoko Santoso, Irjen TNI Letjen Djaja Soeparman, dan Pangkostrad Letjen Hadi Waluyo. Sementara itu, Dankodiklat TNI yang menjabat masih bintang dua, yakni Mayjen Simbolon.

Menurut Sjafrie, nama-nama yang akan diajukan sebagai calon kepala staf haruslah yang menduduki jabatan bintang tiga sekaligus sudah berpangkat letjen. "Tak mungkin kan kami naikkan kepala staf angkatan dari bintang dua?" ujarnya.

Menurut Sjafrie, siapa pun calon kepala staf angkatan yang akan diajukan Panglima TNI kepada Presiden harus memenuhi sejumlah kriteria. Mereka antara lain harus memenuhi syarat administratif, integritas, penugasan, dan moralitas keprajuritan. Ia menolak mengatakan kapan tepatnya nama-nama calon ini akan diajukan kepada Presiden. "Prosesnya sedang berlangsung di Mabes TNI, diharapkan secepatnya," katanya.

Dengan kriteria sama, untuk TNI AL saat ini ada empat orang berpangkat bintang tiga (laksamana madya) yang menduduki jabatan bintang tiga dan masuk bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Mereka adalah Laksdya I Wayan Rampih Argawa, Laksdya Sumarjono, Laksdya Slamet Subianto, dan Laksdya Djoko Sumaryono.

Wayan Argawa saat ini menjabat Wakil KSAL, Sumarjono masih menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, dan Slamet Subianto kini Wakil Gubernur Lemhannas. Sementara itu, Djoko Sumaryono kini Sekretaris Menko Polhukam.
Dari TNI AU, dengan kriteria yang sama, kini hanya ada dua perwira tinggi berpangkat bintang tiga (marsekal madya) yang menduduki pos jabatan bintang tiga. Dengan demikian, keduanya berpeluang diajukan sebagai calon Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Mereka adalah Wakil KSAU Marsekal Madya Herman Prayitno dan Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya Wartoyo.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama A. Malik Yusuf membenarkan keempat perwira TNI AL berpangkat bintang tiga itu diajukan KSAL Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh kepada Panglima TNI sebagai calon penggantinya. "Nanti terserah Panglima TNI, apakah dari empat nama itu kemudian menjadi tiga atau dua nama yang diajukan ke Presiden," ujarnya.

Dimas Adityo-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota ABRI/ tentara sedang berbaris di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Bodi CH; R1A/335/1996; 20010321]. Tentara Kodam Jaya saat latihan dengan perahu karet di Pantai Tangerang. [TEMPO/  Rini PWI; 32D/033/2001; 20010207].
Tentara Kodam Jaya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Imparsial Desak Komnas HAM Kritisi Mutasi TNI
Imparsial Pertanyakan Promosi Perwira TNI
KSAD: Soal Pergantian Panglima TNI, Terserah Presiden
Angkatan Darat Akan Kirim 6.000 Personil Ke Aceh
Pemimpin TNI-Polri Diganti Bulan Februari
Korea Utara Tawarkan Senjata kepada Indonesia
Singapura Tetap Tempatkan Pasukannya di Indonesia
Industri Dalam Negeri Agar Produksi Peralatan Militer
Endriartono: DPR Tak Bisa Desak Presiden Ganti Panglima TNI
Presiden Belum Berencana Ganti Panglima TNI
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data