Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI Akan Perbaiki Jalan Banda Aceh-Meulaboh
Senin, 07 Pebruari 2005 | 22:49 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: TNI Angkatan Darat akan memusatkan pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun
Desa (TMMD) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. "Targetnya menghubungkan jalan darat
antara Banda Aceh - Meulaboh sejauh 235 kilometer," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal
Ryamizard Ryacudu kepada pers, Senin (7/2). TMMD yang dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa
biasanya dilakukan di tiap Komando Daerah Militer (Kodam) masing-masing.

Untuk merealisasikan program ini, Ryamizard akan mengerahkan sekitar empat puluh satuan
setingkat kompi (setara 6.000 personel) ke Aceh. Mereka dicomot dari semua Kodam yang
ada di Indonesia. Kecuali, Kodam 9/Udayana, Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XVII/Trikora.
Sebagaimana diketahui, di wilayah operasi tiga Kodam ini juga baru dilanda bencana alam.

Para prajurit TNI ini akan bahu membahu bersama dua ratus masyarakat sipil. Berupaya
menyelesaikan program dalam waktu tiga puluh dua hari terhitung sejak tanggal 22 Februari
mendatang. "Secara logika tidak mungkin, mengingat kesulitan yang tinggi di lapangan,
tapi ini proyek Sangkuriang," kata Ryamizard.

Ryamizard kemudian menceritakan pembangunan jembatan di wilayah Lhok Nga. "Semua pihak
memperkirakan jembatan baru akan selesai dua minggu, tapi dengan kerja keras seperti
Sangkuriang jembatan sepanjang 78 meter itu selesai empat hari saja," katanya.

Untuk diketahui, jembatan ini dikerjakan siang-malam oleh Yon Zikon 13 Jakarta. Jembatan
di Lhok Nga hanya satu dari 53 jembatan yang akan digarap TNI AD. Hingga hari ini sudah ada
tiga jembatan yang diselesaikan. Yang paling anyar adalah jembatan penyeberangan darurat
di Sungai Lhok Kaca, kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Jembatan darurat ini dibuat
menggunakan rakit penyeberangan dengan drum dan papan sebagai bahannya. Jembatan ponton
yang baru selesai tadi malam (6/2), menyeberangkan mobil yang dipakai Kasad. Kelak, akan
dibuat rakit yang lebih besar berkapasitas empat kendaraan sekali jalan. Selepas Lhok Kaca, jalan darat dari Banda Aceh menuju Meulaboh putus sama sekali.

Kerja Sangkuriang ini, menurut Ryamizard, dianggarkan menelan biaya 6,016 Milyar rupiah
untuk kebutuhan pangan para prajurit dan masyarakat yang bekerja. Alat-alat berat akan
disiapkan batalyon Zeni bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Semisal Departemen
Pekerjaan Umum dan beberapa Pemerintah Daerah (PEMDA).

Tak hanya dari Banda Aceh, pasukan Sangkuriang TNI juga bergerak dari Meulaboh.
Menurut Kolonel Zahari Siregar, Komandan Korem Meulaboh, jalan darat dari Meulaboh menuju
Banda Aceh berakhir di wilayah sebelum Teunom. Jarak sejauh 112 kilometer itu hanya bisa
dilalui setelah memakan waktu dua belas jam. Padahal biasanya cukup dengan dua jam.
"Jalannya harus off-road," kata Zahari. Saat ini pasukan TNI sedang merintis jalan tembus
menuju Teunom.

Agus Hidayat - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215]. Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BMG: Tidak Ada Badai di Pantai Selatan Jawa
9-11 Februari Nelayan Tidak Melaut
TNI Bangun Jalan Meulaboh-Banda Aceh dengan Operasi Sangkuriang
Pemerintah Yakini Belum ada Wabah Menular di Aceh
Menhub Minta Masyarakat Waspadai Badai
Gelombang Pasang Setinggi 4 Meter Melanda Pantai Baron
Gempa 6,5 Skala Richter Guncang Manado
Faqih Disarankan Dirawat di RS Terapung Amerika Serikat
DPR Anggap Aceh Masih Dalam Kondisi Darurat
Sultan Punya Firasat akan Terjadi Bencana Alam di Pantai Selatan
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Pergantian Panglima TNI
Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data