Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polri: Tidak Ada Racun Dalam Teh Presiden
Senin, 07 Pebruari 2005 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Markas Besar Kepolisian RI memastikan bahwa tidak ada kandungan racun dalam teh yang diminum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu disimpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium dan forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Mabes Polri, Irjen Pol. Dadang Garnida mengatakan bahwa Puslabfor telah memeriksa kristal gula yang dikirim oleh dokter pribadi Presiden. "Hasilnya itu adalah gula dan tidak ada kandungan racun," katanya kepada wartawan, Senin (7/2) di Jakarta.

Dadang menyebutkan Puslabfor tidak melakukan pemeriksaan terhadap air teh yang disajikan kepada presiden. "Karena kami hanya menerima kristal gula dari dokter pribadi Presiden," katanya. Sementara mengenai banyaknya gula yang diperiksa, Dadang menolak mengatakan.

Dadang menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kristal gula dilakukan sejak Jumat (4/2) pekan lalu. "Setelah kami menerima kristal gula tersebut," ujarnya.

Kabar dugaan adanya zat beracun dalam teh yang disajikan kepada Presiden beredar sejak Senin (7/2) pagi. Kabar tersebut beredar melalui pesan pendek (SMS) dan sempat membuat heboh kalangan wartawan yang meliput di Istana Presiden dan Mabes Polri.

Beredar kabar pula bahwa satu orang pramusaji Istana ditahan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kabar ini dibenarkan Dadang, hanya menurut dia hal itu bukanlah penahanan. "Itu hanya untuk upaya prefentif untuk hal-hal yang tidak kita inginkan," katanya. Sementara mengenai posisi pramusaji tersebut saat ini, Dadang menolak menjelaskan. "Tanya pada yang menangani," jelasnya.

Erwin Dariyanto - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO. Massa PDI pro Megawati Soekarnoputri duduk di depan deretan polisi anti huru hara/ PHH saat mimbar bebas di depan kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, 1996 [ Dok. TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/387/1996; 20010228].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Keracunan di Pabrik Handuk, Polisi Belum Tetapkan
Andi Malarangeng: SBY Konsentrasi pada Pemerintahan
Presiden: Rumusan Rencana Pembangunan Harus Realistis
Bastian Hutabarat di makamkan Hari Ini
SBY Minta Majikan TKI Ilegal Dihukum
Belasan Buruh Pabrik Handuk Keracunan
Yudhoyono Menjadi Ketua Dewan Pengarah Partai Demokrat
Hasil Poling: Rakyat Pesimis Kinerja SBY
Popularitas Anjlok, SBY Tak Peduli
Penampungan Limbah ITC Cempaka Mas Telan Enam Korban
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data