Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Dewi Motik dan Nurdin Halid Saling Bantah
Senin, 07 Pebruari 2005 | 16:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Terdakwa Nurdin Halid dan saksi Dewi Motik saling adu argumentasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/2). Nurdin Halid sebagai tersangka kasus dana pengadaan minyak goreng senilai Rp 168 miliar yang tidak disetorkan ke Bulog. Sedangkan Dewi Motik adalah saksi fakta dalam persidangan.

Dalam keterangannya, Dewi Motik menyatakan terdapat ketidaktransparanan dalam setiap kebijakan Koperasi Dagang Indonesia (KDI), termasuk soal stok minyak goreng di daerah tertentu dan status pembayarannya. "Saya dengar ada stok di Riau, ribuan ton, tapi tidak pernah jujur dikatakan dimana uang itu dan berapa sisa stok," katanya.

Dewi juga mengatakan, ia mengetahui ketidaktransparan tersebut disebabkan ada beberapa direksi yang dipanggil untuk mempertanggungjawabkan uang. Namun, ia tidak mengetahui siapa direksi yang dipanggil dan siapa yang memanggil. Lebih jauh, Dewi menyatakan, dia tidak pernah dilapori uang yang dimasukan ke deposito.

Menurut Nurdin, saksi memang pernah menanyakan tentang hal dana yang belum dibayarkan. Saat itu, Nurdin menjawab ia akan menugaskan ketua dan sekretaris bidang usaha untuk menyusuri dana tersebut. "Memang direksi baru lapor 18 Agustus 1999 dan Dewi Motik masih aktif waktu itu," ujarnya. Namun, Nurdin Halid mengatakan lupa kapan audit dana tersebut dilakukan dan berapa jumlah kerugian KDI.

Nurdin Halid mengatakan, dalam soal KDI, ia jarang bertemu Dewi Motik, dan malah ia menuduh Dewi Motik ingin menggantikan dirinya sebagai ketua umum.

Pernyataan Nurdin itu dijawab, "Astaghfirullah," oleh Dewi Motik.

Nurdin membantah Dewi pernah berkata, "Hati-hati dengan uang negara, karena apapun harus dipertanggungjawabkan." Menurut Nurdin, Dewi hanya sebentar dalam rapat dan tidak mengucapkan apa-apa.

Hal itu juga langsung disanggah Dewi. "Bohong, saya memang berpendapat dan mengusulkan seperti itu. Pak Nurdin, saya ingat sekali lho, saya benar-benar ditertawakan waktu bilang akan dibawa ke gedung bundar," katanya.

Nurdin Halid mengatakan bahwa sebagai ketua tim anggaran rumah tangga, Dewi Motik tidak pernah menyelesaikan tugasnya, sampai ia keluar pada Desember 1999.

Pernyataan itu pun langsung dibantah Dewi. "Saya bisa tunjukkan sudah ada anggaran rumah tangga tapi tidak pernah mau ditandatangani," kata Dewi Motik.

Badriah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tabloid Pancasila pendukung Nurdin Halid milik adiknya Kadir Halid. [TEMPO/ Tommy Lebang; Digital Image;  20000725]. Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Widjanarko Puspoyo berbicara dengan para jajaran direksi perum Bulog dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi III yang membidangi masalah pertanian dan pangan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis 11 September 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/412/2003; 20030911].
Tabloid Pancasila
Widjanarko Puspoyo di DPR

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tim Tangani Koruptor yang Lari Keluar Negeri akan Terbentuk Segera
Pemerintah Bentuk Tim Terpadu Kejar Buronan Keluar Negeri
Dewi Motik Tidak Tahu Menahu Soal Dana yang Didepositokan
Lima Saksi Fakta Diajukan dalam Sidang Nurdin Halid
Kuasa Hukum Letlet Keberatan Status Ganda Jaksa
Let Let dan Walla Pertanyakan Tuntutan Jaksa
Kritikan Program 100 Hari, Harus Dijadikan Cambuk Pemerintah
Sidang Perkara Korupsi Let Let Dan Walla Dimulai
Jaksa Agung Tunda Kasus Korupsi Gubernur Sumatera Barat
Hakim untuk Letlet dan Walla, Ditetapkan
> selengkapnya...


Referensi

Sejahtera Dulu, Baru Berantas Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Keppres No. 29/2000 tentang Badan Urusan Logistik
PP RI No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
> selengkapnya...

Website

Badan Urusan Logistik
Badan Urusan Logistik


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data