|
Bogor
Yudhoyono: Majikan TKI Ilegal Yang Bersalah Harus Dihukum
Minggu, 06 Pebruari 2005 | 20:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan Pemerintah Malaysia memberikan hukuman yang adil kepada majikan tenaga kerja indonesia (TKI) ilegal yang telah melakukan pelanggaran hukum dan tidak disiplin. Karena keberadaan TKI ilegal tidak lepas dari majikan yang tahu bahwa pekerja mereka tidak memiliki surat-surat lengkap. Pemerintah juga mempersilahkan kepada Malaysia menindak TKI ilegal yang melanggar hukum dengan seadil-adilnya.
"Pemerintah berharap hal-hal yang menyangkut TKI ilegal yang melanggar hukum silahkan dihukum seadil-adilnya, demikian juga yang menyangkut warga negara malaysia, majika-majikannya juga yang tidak dispilin dan melanggar hukum, maka dua-duanya harus diberikan hukuman yang adil," ujar Yudhoyono usai berdialog dengan para petani di Desa Sukamanah, Jonggol, Bogor.
Hal lain yang diungkapkan Presiden Yudhoyono yakni menegaskan pemerintah tetap memegang tiga perjanjian dengan Malaysia dalam penanganan masalah TKI. Ketiga
perjanjian itu dijadikan dasar memorandum of understanding (MoU) tentang TKI yang akan ditandatangani pekan depan. Menurut Presiden sebenarnya ketiga kesepakatan itu sudah disepakati oleh Indonesia dan Malaysia hanya pelaksanaanya kurang tegas.
Ketiga perjanjian itu diantaranya menyangkut penyelesaian TKI ilegal di Malaysia dengan memberi kesempatan untuk kembali ke Malaysia bagi TKI yang sudah melegalisasi dokumennya. Pelayanan Satu atap dalam proses penempatan TKI di Malaysia dan penegakan hukum yang seadil-adilnya, baik terhadap TKI ilegal
maupun para majikan yang mempekerjakan tenaga kerja ilegal.
Yudhoyono berharap, ketiga kesepakatan itu menjadi dasar penyelesaian permasalah TKI Ilegal.
Deffan Purnama-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|