|
Nasional
Gus Dur Hadiri Istighotsah 40 Hari Bencana Tsunami
Jum'at, 04 Pebruari 2005 | 15:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jombang:Mantan Presiden Abdurrahman Wahid dinihari, Jumat (4/2) tadi, menghadiri do'a peringatan 40 hari bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Acara yang sedianya dipusatkan di alun-alun Jombang, terpaksa di pindah ke dalam Masjid Agung Baitul Mukminin, karena derasnya hujan.
Selain Wahid, sejumlah ulama ikut hadir untuk membacakan doa. Mereka antara lain, KH Ubaidilah Faqih (Langitan Tuban), KH Arwani (Ponpes Mojosongo, Jombang), KH Jamaluddin (Ponpes Muhibin), KH Taufik Muhid (Ponpes Sunan Ampel), KH Sulton Abdulhadi (Rois
Syuriah PCNU Jombang), KH Tamim Romli (Ketua Tanfidziah PCNU Jombang), KH Fadullah Malik (Ponpes Al Muhajirin), Bupati Jombang Suyanto, serta pelawak Asmuni.
Acara mundur cukup lama menunggu redanya hujan. Rencananya, acara istighotsah itu dimulai Kamis (3/2) pukul 19.00 wib. Namun akhirnya ditunda hingga tengah malam.
Penundaan itu ternyata tak menyurutkan niat sedikitnya 1.000 warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat Jombang untuk mengikuti acara hingga selesai.
Dalam ceramahnya yang berlangsung sebagai acara pamungkas, Wahid banyak mengulas soal musibah Aceh dan Sumatera Utara, dalam kaitan dengan upaya pembangunan bangsa Indonesia secara menyeluruh. Dia juga menyoroti soal penanganan korban, dan penyaluran bantuan yang masih menghadapi sejumlah kendala.
"Soal penanganan Aceh, berdasarkan tafsir Al Qur'an, pengorganisasian itu sangat perlu. Karena dalam menangani musibah, kita harus koordinasi dengan seluruh lapisan. Untuk itu diperlukan pandangan tajam dalam memandang masalah yang berkembang. Jika tidak, maka
situasi dan kondisi justru akan semakin kacau-balau," kata Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur itu.
Sementara itu, Bupati Jombang Suyanto menyatakan, masyarakat Jombang hingga 40 hari setelah bencana, berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 1 Miliar. "Plus paket baju, sembako dan kain kafan," ujarnya.
Dwidjo U. Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|