|
Nasional
Imparsial Pertanyakan Promosi Perwira TNI
Jum'at, 04 Pebruari 2005 | 11:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia Human Right Monitor (Imparsial) mempertanyakan promosi sejumlah pejabat teras TNI, berkaitan dengan reorganisasi di tubuh TNI dalam waktu dekat ini. Menurut mereka, beberapa nama perwira tinggi dan perwira menengah yang dipromosikan masih tersangkut kasus-kasus pelanggaran HAM.
"Intinya kami pertanyakan kepada TNI apakah promosi itu sudah pada tempatnya. Atau, apakah sekarang sedang muncul gelombang konservatisme perwira-perwira TNI," ujar Al Araf, peneliti Imparsial kepada Tempo sebelum paparan pers Imparsial "Menyoal Mutasi dan Promosi Perwira TNI Kini dan Dahulu", di ruang Munir, kantor Imparsial Jl. Diponegoro No.9 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/2).
Imparsial menilai, paling tidak ada enam nama perwira menengah dan tinggi yang diduga masih bermasalah dalam kasus-kasus pelanggaran HAM. Namun, mereka ini menduduki jabatan strategis, bahkan dipromosikan jabatannya.
Mereka diantaranya Mayjen Sriyanto, mantan Danjen Kopasus, yang belum selesai putusan hukumnya terkait dengan masalah Tanjung Priok, Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin yang sekarang menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI, dimana saat ia menjabat Pangdam Jaya terjadi penembakan aktivis mahasiswa Trisaksi di Semanggi, dan Kolonel Khoirani karena kasus penculikan aktivis.
Adapun Mayjen Adam Dammiri yang saat ini menjabat Kasum TNI, Tono Suratmo yang masih di Dispen TNI, dan Kolonel Iyat Sudrajat yang saat ini menjadi Irjen Kopasus, diduga masih terkait pelanggaran HAM di Timor Leste.
Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|