Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasil Poling: Rakyat Pesimis Kinerja SBY
Jum'at, 04 Pebruari 2005 | 07:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Masyarakat kecewa dengan kinerja 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Janji-janji yang disampaikan dalam kampanye tak kunjung direalisasikan. Setidaknya, itulah hasil penelitian Soegeng Sarjadi Syndicated, yang disampaikan penanggung jawab poling Sukardi Rinakit di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/2).

Polling ini diikuti 5.000 responden diambil dari 22 kota dan 40 kabupaten di 32 provinsi. Penelitian dilakukan 24 sampai 28 Januari dengan menggunakan metode random sampling. Sebanyak 27,9 persen responden berumur 17-27 tahun, 30,8 persen berumur 28-38 tahun, 21,5 persen berumur 39-49 tahun, dan 19,8 persen di atas 50 tahun.

Hasilnya, 29,46 persen perasaan responden mengaku prihatin dengan kinerja 100 hari pemerintahan SBY, 24,18 persen merasa gundah, 7,12 persen pesimis, 7,16 persen tidak senang. Sebanyak 1 persen menjawab lainnya dan tidak menjawab. Sebagian responden menilai bahwa situasi dan kondisi negara di bawah kepemimpinan SBY-JK adalah biasa-biasa saja (14,7 persen). Sedangkan mereka yang optimis dan senang masing-masing 9,46 persen dan 6,92 persen.

Soal program 100 hari, sebanyak 39,14 persen responden menilai SBY belum memperlihatkan secara serius untuk memenuhi janji kampanye, 24,54 persen menilai pemerintahan SBY belum berjalan sesuai harapan, 9,78 persen menilai arah kebijakan pemerintah tidak jelas, 9,26 persen menilai kurang koordinasi, dan 1.32 persen memberi jawaban lain dan tidak menjawab. Hanya Sebanyak 15,96 persen yang menilai pemerintah berjalan sesuai harapan.

Untuk kinerja menteri-menteri, rata-rata mendapat nilai 6. Menteri yang mendapat nilai cukup bagus, yaitu 7, adalah Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Negara Komunikasi. Khusus soal kinerja kabinet ini, ada poling tersendiri yang diikuti 2500 responden di Jakarta.

Menurut Sukardi, nilai 6 untuk kinerja menteri kabinet sudah cukup bagus. Popularitas SBY di mata masyarakat, juga masih bagus. Namun, jika popularitasnya mau tambah naik, Sukardi mengusulkan tiga langkah yang bisa dilakukan. Pertama, menguatkan kembali sinyal penegakan hukum. Salah satunya adalah dengan menyeret kasus-kasus korupsi kakap ke pengadilan.

Kedua, Membuat keppres tentang parameter kinerja kabinet. Hal ini dilakukan agar SBY bisa mengukur kinerja menterinya sehingga tidak terkesan ada like and dislike saat melakukan pergantian kabinet. Ketiga, SBY harus segera memenuhi janji-janjinya seperti disampaikan dalam kampanye.

Ini bisa dilakukan dengan menaikkan porsi dana APBN untuk pendidikan. Misalnya, dari 4 menjadi 8 persen. Idealnya 20 persen. Untuk kesehatan, kalau tak bisa membuat biaya murah perawatan rumah sakit, menurut Sukardi, yang bsia dilakukan adalah memurahkan harga obat.

Abdul Manan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028]. Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Popularitas Anjlok, SBY Tak Peduli
?Birokrasi Masih Hambat Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu?
FKB Desak Pemerintah Tangani Aceh dengan Kebijakan Satu Pintu
Lari Gema 10 K Pecahkan Rekor MURI
Kritikan Program 100 Hari, Harus Dijadikan Cambuk Pemerintah
Polisi Tangkap Aktivis GMNI
Menhan Anggap 100 Hari Isyarat Pemerintah Untuk Perbaikan
Jaksa Agung Akui Lamban Tangani Pelanggaran HAM Berat
Kalla: Banyaknya Koruptor Ditangkap Tak Jadi Ukuran
Pemerintahan Yudhoyono Dinilai Tidak Transparan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data