|
Nasional
Pendukung Beda Pendapat Sikapi Koalisi PKS-PDIP
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 20:34 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Massa pendukung Partai Keadilan Sosial (PKS) dan PDI Perjuangan berselisih pendapat menanggapi koalisi dua partai ini.
Dalam pemilihan Wali Kota Surabaya Juni 2005 mendatang, kedua partai sepakat untuk bergandengan tangan.
Massa pendukung PKS umumnya bisa memahami keputusan itu, tetapi massa PDI Perjuangan berselisih pendapat. Agus Wahyudi, pendukung PKS yang tinggal di
Karang Menjangan, Surabaya, melihat bahwa sebagai partai
dakwah PKS siap melakukan koalisi dengan partai mana pun.
Selain itu, kata alumnus Universitas Airlangga ini, kondisi riil politik yang tidak ada satu partai politik memegang mayoritas 50 persen plus satu di Surabaya, mengharuskan partai apa pun berkoalisi.
Agus tidak memiliki pretensi buruk kepada para pengurus
partai, baik di tingkat Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur. Sebagai pendukung yang tidak menduduki jabatan apa pun, ia meyakini keputusan PKS berkoalisi dengan PDI Perjuangan melalui pertimbangan matang dan tidak sedikit pun bermuatan politik uang.
"Saya memberi kepercayaan penuh kepada pengurus.
Saya yakin, keputusan itu telah mendapatkan persetujuan
baik kalangan grassroot maupun DPP," katanya, Kamis (3/2).
Senada dengan Agus Wahyudi, Ketua DPD PKS Kota Surabaya
Tri Setyo Purwito mengatakan seluruh pengurus PKS di semua jajaran di Kota Surabaya menyatakan setuju dengan koalisi. Bahkan, kata dia, pihaknya telah menyiapkan 350
kader yang siap disebarkan ke seluruh kelurahaan di
Surabaya untuk menggalang dukungan.
Sunudyantoro-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|