Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Agar Bentuk Tim Penagih Piutang TKI Ilegal
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 22:57 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Pemerintah Indonesia didesak membentuk tim penagih piutang TKI ilegal kepada pemerintah Malaysia. Menurut Khairuddin Harahap, pengelola Lembaga Pengkajian Masalah Sosial Pekerja Indonesia di Malaysia, kepada TEMPO, Rabu (2/2), banyak TKI ilegal yang haknya dilanggar oleh majikannya.

Persoalan utama penanganan TKI ilegal di Malaysia, kata Khairuddin, adalah gaji mereka yang belum dibayar. Padahal sebagaian di antara TKI ini sudah pulang ke Indonesia. "Kami minta pemerintah Indonesia membuat tim untuk menagih utang-utang itu," ujar Khairudin disela-sela pertemuan antara masyarakat Aceh di Kuala Lumpur, Malaysia.

Khairuddin yang sudah bermukim di Malaysia sekitar 25 tahun, mengaku memiliki dokumen lengkap modus-modus kasus TKI ilegal yang tidak memperoleh hak-haknya selama berada di Malaysia. Sebagai bukti, Khairudin memperlihatkan modus bagaimana seorang majikan yang memberi cek kepada seorang TKI.

Cek senilai 25 ribu ringgit tersebut setelah dicairkan, ternyata kosong. Lantaran status TKI yang diperdaya itu ilegal, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Peluang mempersoalkan kepada institusi resmi dengan sendirinya tertutup. "Ini salah satu bentuk bagaimana para majikan mengelabui TKI ilegal," ungkap Khairudin.

Lembaganya, kata Khairudin, berhasil mengumpulkan 1.973 buku kong (buku harian catatan kerja) dari TKI yang belum dibayar oleh majikan. Rata-rata, berdasarkan catatan itu, para buruh masih menyimpan sekitar 600 ringgit di majikannya. "Ada yang belum dibayar sampai 2.000 ringgit," ungkap Khairuddin.

Istiqomatul Hayati (Kuala Lumpur)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Para TKI yang kembali dari Tawao Malaysia beristirahat di dalam lokasi penampungan Mambunut,  Nunukan, Kailmantan Timur, Rabu, 11/09/2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021017] Seorang TKI yang kembali dari Tawao Malaysia memandang KRI Tanjung Kambani 971 yang akan difungsikan sebagai Rumah Sakit terapung saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 September 2002. Kapal ini tidak dapat merapat di dermaga dikarenakan dangkalnya air di pelabuhan tersebut. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021218].
TKI
TKI Di Nunukan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MUI Haramkan Perempuan jadi TKW
Masih Ada TKI Ilegal Minta Surat Perjalanan Laksana Paspor
Pemerintah Malaysia Mungkin akan Memperpanjang Masa Amnesti
Indonesia Minta Perpanjangan Amnesti
Amnesti Berakhir, TKI Ilegal Bersembunyi
Pemerintah Minta Pengampunan Dua TKI Yang Diancam Hukuman Mati
Pemulangan TKI Ilegal Terganjal Nihilnya Satgas Lintas Sektoral
Perpanjangan Waktu Amnesti Tidak Digunakan secara Maksimal
DPR Menilai Upaya Pemerintah Selesaikan Masalah TKI, Tidak Optimal
PRT Migran Minim Perlindungan
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data