Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI Ingin Kasus Pemukulan Farid Berjalan Imbang
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 22:52 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto meminta proses hukum kasus pemukulan terhadap Koordinator Government Watch (GOWA) Farid Faqih berjalan paralel dengan kasus pengambilan barang bantuan korban bencana alam yang dilakukan Farid.

"Apa yang dilakukan Kapten Syuaib adalah akibat dari pengambilan barang oleh Farid, biarkan proses hukum keduanya berjalan," ujar Endriartono dalam konferensi pers di landasan udara TNI AU Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Rabu (2/2).

Panglima menegaskan dirinya tidak menerima anggotanya melakukan pemukulan terhadap Farid. Pemukulan tersebut, tambah Endriartono, karena ada pengambilan barang bantuan yang dilakukan Farid beberapa waktu lalu.

"Walaupun dipicu rasa tidak senang karena arogansi saudara Farid," ujar Endriartono. Panglima juga mempersilakan dirinya disomasi karena kasus pemukulan ini. "Silakan somasi, itu hak warga negara, Saya akan patuhi," ujar Panglima.

Panglima TNI mengaku kenal dekat dengan Farid. "Sebagai pegawai WFP (World Food Programme), dia kenal dekat dengan pejabat TNI, termasuk Saya dan Mayjen Bambang Dharmono," kata Endiratono. Karena mengenal dekat dengan para pejabat itulah, kata Endriartono, Farid bebas keluar masuk bandara. "Apalagi dia juga dipercaya untuk pengiriman beras dan bantuan lain dari PBB," ujar Panglima.

Namun, karena kemudahan itulah, Endriartono mengatakan, dimanfaatkan untuk mengambil barang-barang. Para saksi, ujar Panglima, melihat grup FPI mengangkut barang-barang tersebut sejak tanggal 17 Januari lalu. Agus, menurut Endriartono, sebagai saksi dari FPI kepada polisi mengaku sudah pernah mengingatkan Farid.

Yophiandi (Banda Aceh)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Desain Tata Kota Aceh Disesuaikan Tradisi Lokal
11 Hakim di Aceh Hilang
Pengungsi Korban Tsunami Ingin Kembali Ke Rumah Mereka
Pemerintah Tidak Memaksa Pengungsi Tinggal di Tempat Relokasi
Aceh Jelang Masa Transisi
Polisi Militer Kodam Iskandar Muda Periksa empat Saksi
Kasus Farid Faqih: Jalur Hukum Tidak Cukup
Pembangunan Infrastruktur Aceh Tidak Libatkan Asing
Tempat Relokasi Pengungsi Terancam Tak Berpenghuni
RSUD Tjut Nyak Dhien Butuh Banyak Pembenahan
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data