Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Diprotes, Rencana Pembentukan Badan Otoritas Khusus Aceh
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 22:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kelompok Kerja Aceh Damai tanpa Korupsi memprotes rencana pemerintah pusat untuk membentuk Badan Otoritas Khusus di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Badan Otoritas dinilai akan mengerdilkan fungsi pemerintah lokal dan bertentangan dengan otonomi khusus Aceh. “Keberadaan Badan Otoritas Khusus bagian dari sistem pemerintahan sentralistik yang harus ditinggalkan," kata Akhiruddin, juru bicara Kelompok Kerja Aceh Damai Tanpa Korupsi kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (2/2).

Menurut Akhiruddin, rencana pembentukan Badan Otoritas Khusus juga sudah keluar dari koridor hakikat dan kebijakan dasar pembangunan kembali Aceh yang menyebutkan akan melakukan kegiatan capacity building berupa peningkatan kemampuan pengaturan, pengelolaan dan pembiayaan.

"Daripada membentuk Badan Otoritas Khusus, pemerintah seharusnya mencari cara bagaiman melakukan pembangunan fisik dan non fisik untuk mengembalikan dan menguatkan kembali fungsi dan struktur yang telah ada sebelum tsunami ," ujarnya.

Menurut Khairudin, cetak biru pembangunan Aceh yang disusun pemerintah melalui Bappenas dan swasta tidak berorientasi pada masyarakat dan tidak partisipatif. Menurut kelompok ini, pemerintah seharusnya mencari masukan serta menyosialisasikannya kepada masyarakat Aceh sebelumnya menetapkan blue print pembangunan kembali Aceh.

Kelompok ini juga menilai pemerintah dan badan-badan internasional yang bekerja di Aceh saat ini belum mempunyai konsep yang tegas di bidang lingkungan. Apalagi, Departemen Kehutanan sedang mempertimbangkan untuk memberikan moratorium terbatas kepada perusahaan pemegang HPH di Aceh untuk memenuhi kebutuhan 8,5 juta meter kubik kayu bagi rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. "Padahal dari luas 3,3 juta hektar hutan Aceh, 25 persen diantaranya sudah mengalami degradasi sebelum tsunami," kata Akhiruddin.

Yuswardi A. Suud (Banda Aceh)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Program Khusus untuk Pendidikan di Aceh
Desain Tata Kota Aceh Disesuaikan Tradisi Lokal
Pemerintah Tidak Memaksa Pengungsi Tinggal di Tempat Relokasi
Aceh Jelang Masa Transisi
Pembangunan Infrastruktur Aceh Tidak Libatkan Asing
RSUD Tjut Nyak Dhien Butuh Banyak Pembenahan
Artha Graha dan Java Musikindo Galang Dana Untuk Aceh
Pemerintah Terima Bantuan Alat Berat untuk Aceh dari Perusahaan Jepang
Relokasi Pengungsi Mirip Pesan Hotel
Hanya Lima Negara Yang Sudah Realisasikan Bantuan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data