Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Program Khusus untuk Pendidikan di Aceh
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 22:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Indra Djati Sidji menolak anggapan kalau pemulihan sektor pendidikan di Nanggroe Aceh Darussalam masih belum terlaksana baik.

"Tidak benar anggapan itu, kami memiliki beberapa langkah pemulihan pendidikan di Aceh," ujar Indra kepada Tempo hari Rabu (2/2) di Jakarta. Menurut Indra, langkah tersebut diambil usai pihaknya melakukan pengamatan kebutuhan perbaikan pendidikan di Aceh.

Dari hasil pengamatan ini, menurut Indra, beberapa sekolah sudah mulai kembali melakukan aktivitas belajar mengajar. Bahkan khusus untuk daerah Simelue dan Meulaboh, menurut Indra, aktivitas belajar sudah berjalan sejak 26 Januari lalu. “Meskipun masih dalam situasi darurat, prosesnya dilakukan dalam tenda," ujar Indra.

Menurut Indra, terdapat variasi kondisi pada masing-masing sekolah di Aceh. Sejumlah 2.8% bangunan sekolah mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga hancur total. Sementara, 7.2% bangunan sekolah lainnya masih dapat digunakan. "Walaupun sebagian masih dipergunakan untuk menampung pengungsi," ujar Indra.

Indra menyatakan, pihaknya telah menyiapkan sistem pendidikan khusus untuk siswa di Aceh pascatsunami."Sistem pendidikan di Aceh nantinya akan dilengkapi dengan under trauma counselling," kata Indra.

Untuk pemulihan tenaga pengajar, saat ini pihak Diknas telah menyiapkan 3 ribu guru bantu, disamping 4 ribu guru calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penyiapan tenaga pengajar ini, ujar Indra, merupakan usaha untuk mengganti 1.700 guru yang meninggal terhantam tsunami.

Rinaldi Dorasman


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Desain Tata Kota Aceh Disesuaikan Tradisi Lokal
Pemerintah Tidak Memaksa Pengungsi Tinggal di Tempat Relokasi
Aceh Jelang Masa Transisi
Pembangunan Infrastruktur Aceh Tidak Libatkan Asing
RSUD Tjut Nyak Dhien Butuh Banyak Pembenahan
Artha Graha dan Java Musikindo Galang Dana Untuk Aceh
Pemerintah Terima Bantuan Alat Berat untuk Aceh dari Perusahaan Jepang
Relokasi Pengungsi Mirip Pesan Hotel
Hanya Lima Negara Yang Sudah Realisasikan Bantuan
MUI Minta Pemerintah Investigasi Adanya 30 Anak Aceh di Binjai
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data