Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Komisi VII: Dana Kompensasi BBM untuk Lingkungan Hidup
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 16:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi VII DPR yang membawahi persoalan lingkungan hidup meminta pemerintah agar mengalokasikan dana kompensasi pencabutan subsidi BBM untuk kepentingan lingkungan hidup. Pasalnya, lingkungan hidup merupakan faktor penderita langsung dari pemakaian BBM.

"Lingkungan hidup kan yang secara langsung menderita dari penggunaan BBM seperti menyebabkan semakin tingginya tingkat polusi," kata Sony Keraf, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup di Gedung DPR RI, Rabu (2/2).

Menurut Sony, hal itu merupakan kesepakatan dari seluruh anggota Komisi VII DPR. Komisi VII akan menghitung berapa persen dana pengalihan subsidi yang dibutuhkan.

"Selanjutnya, Wakil dari Komisi VII akan mendesak pemerintah terutama Departemen Keuangan dalam rapat Panitia Anggaran membahas tentang alokasi subsidi BBM," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menyatakan pemberian alokasi subsidi BBM diprioritaskan untuk kepentingan rakyat miskin, seperti di sektor pendidikan dan kesehatan.

"Banyak masalah-masalah penting yang dihadapi kehidupan masyarakat, kenaikan alokasi kompensasi BBM sebaiknya untuk kepentingan rakyat miskin," kata Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, di DPR.

Saat ini pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 12-Rp 20 triliun untuk membiayai program bagi masyarakat miskin. Program tersebut diantaranya program pendidikan, kesehatan dan pekerjaan umum yang merupakan program kompensasi dari pencabutan subsidi BBM. Kompensasi tersebut merupakan solusi yang diberikan pemerintah guna mengurangi beban akibat kenaikan harga BBM.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes pencemaran lingkungan dan menuntut Amerika Serikat mengurangi emisi gas rumah kaca dengan poster Bush  is frying our planet, Bush selamatkan kyto protocol, Bush stop pollutan our planet di depan Kedubes AS, Jakarta, 11/04/01 [Koran TEMPO/Arie Bas Protes pencemaran lingkungan dan menuntut Amerika Serikat  mengurangi emisi gas rumah kaca dengan poster Bush selamatkan bumiku, Bush save kyoto protocol dll di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, 11/04/01 [Koran TEMPO/ Arie Basuki;K1a/047/01; 2001/
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kompensasi Kenaikan BBM Bagi Penduduk Miskin Rp 12 - 20 Triliun
Kenaikan Harga BBM 10-40 Persen
Lima Direktur Pabrik Tekstil Jadi Tersangka Pencemaran Lingkungan
Bapenas Hitung Kompensasi Kenaikan BBM Senilai Rp 13,6 Triliun
Monsanto Menyesal Atas Kasus Penyuapan Di Indonesia
Metromini Penyebab Pencemaran Udara Terbesar Di Jakarta
Limbah B3 Belum Juga Dire-ekspor
UNEP Dukung Rehabilitasi Lingkungan Pasca Tsunami
Fraksi PKS: Tunda Kenaikan Harga BBM
Mari Membangun Aceh Berbasis Ekologi
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
> selengkapnya...

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data