Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Smita Mundur dari Tim Investigasi Kasus Munir
Rabu, 02 Pebruari 2005 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aktivis Smita Notosusanto menyatakan mundur dari Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir. Ia beralasan, keputusan presiden yang mengatur pembentukan tim itu sangat lemah. “Saya tidak mau terperangkap pada tim yang tidak bisa bekerja maksimal,” kata Smita kemarin kepada Tempo, Rabu (2/2). “Lebih baik saya berantem di luar saja.”

Pembentukan tim kasus Munir itu dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 111/2004, yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir tahun lalu.

Tim ini dipimpin Brigjen Pol Marsudi, dengan wakil Asmara Nababan. Selain Smita, sejumlah aktivis dan ahli yang jadi anggotanya adalah Bambang Widjojanto, Hendardi, Usman Hamid, Munarman, I Putu Kusa, Kamala Tjandrakirana, Nazaruddin Bunas, Retno LP Marsudi, Arief Havas Oegroseno, Rachland Nashidik, dan Mun’im Idris.

Sejak awal Smita sebenarnya sudah memprotes kewenangan tim itu yang, menurut dia, “dirancang untuk gagal”. Ia lalu membandingkan dengan tim investigasi kasus terbunuhnya Ketua Dewan Presidium Papua Theys Hiyo Eluay bentukan Presiden Abdurrahman Wahid yang memiliki kewenangan lebih luas.

Smita mempermasalahkan pemimpin tim kasus Munir yang “hanya” dipimpin oleh seorang jenderal bintang satu. “Bagaimana dia bisa menghadapi Suyitno Landung (Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri yang berpangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal),” ia menegaskan.

Kendati begitu, Smita menyatakan “tidak mengurangi rasa hormat terhadap rekan-rekan yang tetap berada di tim”. Menurut dia, pengunduran diri ini pun baru disampaikan secara lisan kepada tim. “Teman-teman melarang saya mundur,” tuturnya. “Tapi, saya memilih tetap akan di luar. Mengawasi investigasi kasus pembunuhan terhadap Munir.”

Munir meninggal di atas pesawat Garuda yang sedang membawanya menuju Belanda pada 7 September 2004 lalu. Otoritas hukum Belanda memastikan, aktivis hak asasi manusia itu diracun menggunakan zat arsenik.

Budi Setyarso

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912]. Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].
Rachland Nashidik dan Munir
Rachland Nashidik dan Munir

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengungkapan Dua Saksi Kasus Munir Dinilai Sekadar Komoditas Politik
Dua Saksi Mengarah pada Kasus Pembunuhan Munir
Tim Pencari Fakta Kasus Munir Gelar Rapat Pertama
Mabes Polri akan Kirim Tim ke Belanda
Penumpang yang Duduk Dekat Munir akan Diperiksa
Perwira Tinggi Reserse Polri Masuk Tim Investigasi Munir
Tim Investigasi Kasus Munir Akan Diserahkan ke Presiden
Tim Independen Kasus Munir Tengah Dibahas di Mabes Polri
Kejaksaan Dilibatkan dalam Pembentukan Tim Investigasi Munir
Suciwati Serahkan Baju dan Laptop Munir
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir

Website

Imparsial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data