Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

DPR Menilai Upaya Pemerintah Selesaikan Masalah TKI, Tidak Optimal
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 18:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai upaya pemerintah menangani tenaga kerja Indonesia dari Malaysia, belum optimal. Akibatnya, masih banyak TKI yang belum dapat dipulangkan meskipun tenggat waktu masa pemulangan, 31 Januari 2004, telah lewat. DPR mengharapkan pemerintah mengupayakan cara sehingga TKI tidak perlu menerima ancaman hukuman dari pemerintah Malaysia. "Masih tersisa sekitar 500 ribu TKI meskipun masa tenggat waktu yang diberikan telah lewat," tutur Agung Laksono kepada pers di DPR (1/1).

Menurut Agung, persoalan pemulangan TKI menjadi kajian serius di DPR bidang tenaga kerja. Dewan berharap dapat memberikan kepada pemerintah untuk penanganan TKI yang tersisa di Malaysia. "Saya kira harus ada upaya-upaya yang sungguh-sungguh sehingga pemerintah dapat melindungi tenaga kerja yang tersisa disana," katanya

Menurutnya, kalau perlu, pemerintah segera melakukan pembicaraan tingkat kepala pemerintahan. "Karena hanya pada level tersebut, persoalan dapat segera diselesaikan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Theo L.Sambuaga, menyatakan pemerintah Indonesia memiliki posisi tawar kuat dalam penyelesaian masalah TKI. "Kontribusi TKI sangat besar dalam pembangunan ekonomi Malaysia, apabila semua TKI keluar dari Malaysia, maka semua konstruksi bangunan tinggi akan berhenti, karena di sana yang mampu mengerjakannya hanya tenaga kerja dari Indonesia," tuturnya.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Para TKI yang kembali dari Tawao Malaysia beristirahat di dalam lokasi penampungan Mambunut,  Nunukan, Kailmantan Timur, Rabu, 11/09/2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021017] Seorang TKI yang kembali dari Tawao Malaysia memandang KRI Tanjung Kambani 971 yang akan difungsikan sebagai Rumah Sakit terapung saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 September 2002. Kapal ini tidak dapat merapat di dermaga dikarenakan dangkalnya air di pelabuhan tersebut. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021218].
TKI
TKI Di Nunukan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PRT Migran Minim Perlindungan
Deplu: Pemerintah RI Sudah Maksimal Tangani TKI Ilegal
Jenazah TKW yang Meninggal Telah Dipulangkan
Ratusan Ribu Relawan Malaysia Siap Sergap TKI Ilegal
Pemerintah Siap Sambut Kepulangan TKI Illegal
TKI Meninggal di Taiwan
Adi bin Asnawi Diadili Besok
Deplu Belum Tahu Status Adi bin Asnawi
Gubernur NTB Surati Tiga Menteri
Jelang Akhir Amnesti Pemerintah Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Penumpang Pesawat Spanyol Ceritakan Keajaiban
Wakil Gubernur Bahas Bantar Gebang dengan Bekasi
Alokasi Anggaran Daerah Dinilai Terlalu Kecil
Star Trek di Konsol Game
Sony Perkenalkan PS3 160 Gigabita

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data