Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

RSUD Tjut Nyak Dhien Butuh Banyak Pembenahan
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 16:09 WIB

TEMPO Interaktif, Meulaboh: Rumah Sakit Umum Daerah Tjut Nyak Dhien Meulaboh membutuhkan ruang perawatan intensif (ICU). Ruang ICU sebelumnya usdah tidak memnuhi standar perawatan karena diisi terlalu banyak pasien. Selain itu, peralatan intensif juga tidak tersedia.

Kepala bagian pengelola RSUD Tjut Nyak Dhien, dr. Hari M. Saputra mengatakan, pasien korban tsunami masih membutuhkan ruang perawatan intensif. Saat ini, kapasitas tempat tidur hanya tiga buah tapi ditempati enam pasien. "Di ruang itu sudah ada penambahan tempat tidur, sehingga tidak layak untuk menjadi ruang ICU," ujarnya di Meulaboh, Selasa (1/2).

Dijelaskannya, ruang perawatan intensif akan dikembangkan menjadi delapan tempat tidur. Saat ini, pihaknya tengah menunggu bantuan asing untuk peralatan ruang ICU.

Saat ini, kondisi RSUD Tjut Nyak Dhien sudah mulai berjalan normal, meskipun keseluruhan pasien yang dirawat melebihi kapasitas dan tenaga medis berasal dari relawan dari Rumah Sakit Ali Sadikin Bandung dan Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. "Jumlah tim dokter seimbang," ujarnya. Ruang operasi saat ini juga sudah dapat digunakan.

Ditambahkan, ada fasilitas rumah sakit yang harus ditambah seperti sprei, kasur dan gorden. Perlengkapan ini habis digunakan karena ketika bencana ada pasien yang mengambilnya untuk dijadikan pakaian. Saat itu, belum ada bantuan yang datang sehingga warga membutuhkan baju seadanya.

Obat-obatan untuk injeksi dan antibiotik juga masih dibutuhkan. Walaupun persediaan obat masih ada, namun harus dipersiapkan untuk jangka waktu semingu lagi. Dalam satu hari dibutuhkan 100 injeksi untuk pasien. "Ini paling dibutuhkan tapi masih kurang," jelasnya.

Agriceli


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PBNU Terima Kunjungan Rombongan Vatikan
Artha Graha dan Java Musikindo Galang Dana Untuk Aceh
Kasus Penjarahan Siap Dilimpahkan Ke Kejaksaan
GAM Bantah Terima Logistik dari Farid Fakih
TNI Siap ke Pengadilan
Farid Faqih Masih Ditahan di Banda Aceh
Pemerintah Terima Bantuan Alat Berat untuk Aceh dari Perusahaan Jepang
Ribuan TKI Ilegal Padati Pelabuhan Laut Malaysia
110 Orang Dosen Unsyiah Meninggal Akibat Tsunami
FKB Desak Pemerintah Tangani Aceh dengan Kebijakan Satu Pintu
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data