Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jaksa Kasus Ba'asyir Ajukan Bukti Baru
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Abu Bakar Ba'asyir, di aula Departemen Pertanian, Selasa (1/2), mengajukan alat bukti baru berupa pernyataan seorang warga negara Australia, Jack Roos. Pernyataan yang dibuat Ross, mengungkapkan bahwa Ba'asyir selama memberikan dakwah di Australia hadir sebagai amir organiasi Jamaah Islamiyah. Hal ini merupakan kesimpulan yang diambil Jack Ross setelah mengikuti pengajian Ba'asyir.

Pernyataan tersebut spontan mendapatkan protes keras dari tim pembela Abu Bakar Ba'asyir (TPABB). Menurut ketua tim, Muhammad Assegaf dalam persidangan tersebut, pernyatan tersebut harus diklarifikasi terlebih dulu dengan terdakwa. Ba'asyir sendiri mengaku, dirinya pernah beberapa kali memberikan pengajian di Australia antara lain di kota Sydney, Brisbane, dan Melbourne, namun dengan tegas ia membantah dirinya sebagai amir Jamaah Islamiyah.

Menurut jaksa, Jack Ross merupakan warga Australia kelahiran Inggris pada 1953. Dirinya memeluk agama Islam dan kemudian menikahi seorang muslimah Indonesia bernama Aisyah. Hal ini, lanjut jaksa, menjelaskan bagaimana surat pernyataan tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia.

Selesai sidang, jaksa Salman Maryadi, menjelaskan sesuai undang-undang antiterorisme pasal 27 seluruh informasi baik dalam bentuk tulisan atau apapun dapat digunakan sebagai alat bukti. Meskipun begitu, hingga saat ini belum diketahui siapakah Jack Ross tersebut, dimana ia bermukim saat ini dan apakah ia akan dipanggil menjadi saksi dalam persidangan berikutnya.

Sementara itu, menurut anggota TPABB, M. Lutfi Hakim, alat bukti yang diajukan jaksa tidak dapat dimasukan dalam kasus ini. "Di Indonesia kita tidak mengenal afidafit (pernyataan). Apalagi surat pernyataan tersebut bukan dibuat oleh terdakwa, tetapi orang lain," ujarnya. Ia sendiri yakin, majelis hakim yang diketuai Soedarto tidak akan menerima alat bukti tersebut. Seandainyapun majelis hakim menerima, lanjutnya, hanya akan menambah daftar keanehan yang ada selama persidangan.

Sita Planasari A

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pesawat Garuda DC 9/ Woyla yang dibajak ketika sinngah di Penang Malaysia [ Repro Sunday Star; 12A/21/81; 20010418 ]. Polisi Gegana memeriksa lokasi ledakan bom di Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa Iskandar Muda/ asrama mahasiswa Aceh di kawasan Manggarai, 16 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/340/2001; 20010530].
Pembajakan Pesawat Garuda DC 9
Evakuasi Korban Ledakan Bom YKMIM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ba'asyir Bantah Seluruh Dakwaan
Polisi Belum dapat Kepastian tentang Tewasnya Dulmatin
Militer Filipina Bom Dulmatin
Belum Bisa Dipastikan, Apakah Dulmatin Tewas di Filipina
Teman Serumah Noordin M. Top Dijerat Dakwaan
Empat Kesaksian Kasus Ba'asyir Dibacakan
BAP Saksi Dibacakan dalam Sidang Ba'asyir
Aksi Diam Saksi Ba’asyir
Tim Pembela Ba'asyir Walk Out Dari Persidangan
Sejumlah Titik di Pantura Jabar Ditengarai Jadi Persembuyian Azahari
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Badan Intelijen Negara
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data