Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI Siap ke Pengadilan
Senin, 31 Januari 2005 | 22:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjawab niat sekumpulan organisasi masyarakat yang akan menggugat Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, terkait pemukulan terhadap koordinator government watch Farid Faqih oleh oknum tentara, TNI menyatakan siap jika kasus pemukulan dibawa dan diselesaikan di pengadilan.

Sebagaimana diketahui, Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Perhimpunan Pembela Publik Indonesia (P3I) dan Front Perlawanan Demokratik Rakyat Aceh (FPDRA), Serikat Pengacara Rakyat (SPR) dan Asosiasi Penasehat Hukum Indonesia (APHI), Senin (31/1), mengirim somasi kepada Panglima TNI. Jika dalam sepekan somasi tidak direspon, para pengirim somasi akan mendaftarkannya ke Pengadilan Negeri Cibinong.

“Kita (TNI) siap, Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sjafrie Sjamsuddin) pun menyatakan siap memberi keterangan di pengadilan,” ujar Kepala Dinas Analisa Penerangan Mabes TNI Kolonel Infanteri Djazairi Nachrowi kepada Tempo, Senin (31/1) di ruang kerjanya, Mabes TNI Cilangkap.

Menurut Nachrowi yang menyaksikan langsung aksi pemukulan tersebut, Farid telah melakukan dua kesalahan. Yaitu mengambil barang orang lain tanpa otoritas atau surat ijin untuk memiliki barang tersebut, dan Farid tidak mengikuti prosedur yang benar -- melewati proses administrative -- untuk pengambilan barang seperti relawan lainnya. “Tidak ada namanya barang tercecer atau terlantar, masuk dan keluar harus ada suratnya, dan memang sudah ada relawan yang mengurus itu (pencatatan),” tandas Nachrowi.

Nachrowi membantah bahwa Farid telah mendapat ijin (legalitas) dari petinggi TNI untuk mengambil dan mendistribusikan barang-barang bantuan. Sjafrie yang saat kejadian langsung dihubungi Nachrowi menolak bahwa dirinya pernah bertemu Farid untuk membicarakan pendistribusian barang. Pertemuan antara Farid dengan Sjafrie hanya berlangsung dua kali yaitu saat rapat di Pendopo Gubernur dan saat Hari Raya Idul Adha di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Namun tidak membahas sama sekali masalah bantuan.

Nachrowi menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang menurutnya, hanya menyorot masalah pemukulan. “Tidak ada satu organisasi atau satu orang pun yang mempermasalahkan bahwa Farid mengambil barang orang lain tanpa otoritas atau ijin dari pemilik barang. Mereka hanya menyesalkan soal pemukulan,” kata Nachrowi. “Barang-barang itu jelas alamatnya, ditujukan kepada siapa,” ungkap Nachrowi.

Sunariah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Farid Faqih Masih Ditahan di Banda Aceh
Ribuan TKI Ilegal Padati Pelabuhan Laut Malaysia
110 Orang Dosen Unsyiah Meninggal Akibat Tsunami
FKB Desak Pemerintah Tangani Aceh dengan Kebijakan Satu Pintu
Jepang Serahkan Bantuan Pompa untuk Atasi Banjir DKI
Tenaga Medis Asing di Aceh Sudah Cukup
Bulan Sabit Merah Dirikan Rumah Sakit Lagi di Aceh
Relokasi Pengungsi Mirip Pesan Hotel
Hanya Lima Negara Yang Sudah Realisasikan Bantuan
MUI Minta Pemerintah Investigasi Adanya 30 Anak Aceh di Binjai
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [9]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data