|
Nasional
JK: Utamakan Pendekatan Kultural dan Agama
Sabtu, 29 Januari 2005 | 17:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Partai Golongan Karya Jusuf Kalla mengatakan, dalam pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) Juni 2005 mendatang, calon dari Golkar harus membangun citra dan reputasi yang baik di masyarakat. Menurutnya, partai yang besar bukan jaminan tercapainya kemenangan dalam pemilihan kepala daerah. "Memilih partai dan orang sangat berbeda," kata Kalla saat memberikan pengarahan pada Rapat Konsultasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah Provinsi (DPD I) se Indonesia di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (29/1).
Tampak hadir dalam acara itu beberapa fungsionaris Golkar seperti Theo L. Sambuaga, Agung Laksono, Andi Matalata, Tuti Aditama, serta Surya Paloh. Kendati begitu, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung tidak hadir dalam acara itu.
Kalla menambahkan, strategi pilkada yang akan dilakukan semestinya mempertimbangkan tiga hal pokok yakni, undang undang dan peraturan pemerintah, aturan internal partai dalam mencalonkan seseorang, serta petunjuk pelaksanaan. "Agar pilkada dapat dimenangkan," katanya.
Dia menjelaskan, saat ini, dasar pilkada adalah UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sedangkan, Peraturan Pemerintah (PP) masih digodok.
Sementara itu, mengenai aturan internal partai dalam pilkada, lanjut Kalla, akan difokuskan kepada mekanisme pencalonan kepala daerah. Dia mengklaim, Golkar telah memiliki pengalaman yang cukup dalam pemilihan langsung, "Kita pernah menggelar konvensi," kata dia.
Ia menambahkan, rekam jejak, program, dan citra orang akan sangat menonjol dalam pilkada ke depan. Oleh karena itu, dia meminta calon kepala daerah dari partai beringin itu mempertajam pendekatan kultural, dan agama. "Pendekatan politik digunakan terakhir," ungkap Kalla.
Sedangkan, tentang pemenangan pilkada langsung, Kalla berjanji akan membentuk tim nasional yang bertugas membantu daerah. Tim ini akan beranggotakan orang-orang yang sudah berpengalaman dalam pemilu legislatif dan Pemilu Presiden beberapa waktu lalu.
Dalam pengarahannya, Kalla juga berpesan agar seluruh pengurus dapat melaksanakan amanah yang diberikan kepada mereka. "Ideologi dan tujuan kita sama yaitu membangun kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Eworaswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Protes anti partai Golkar oleh Kompag dengan senjata tajam dan poster bergambar pohon beringin berkepala mantan presiden Soeharto bertuliskan Bubarkan Golkar di Jalan Proklamasi, Jakarta, 2001 [ TEMPO/ Sudaryono; 20010522]](/hg/photostock/2005/01/26/s_golkar3_high_thumb.jpg) |
![Spanduk bertuliskan hancurkan sisa-sisa orba, percepat pemilu tanpa golkar pada peringatan 100/ seratus tahun Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu, 6/06/2001. [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010617].](/hg/photostock/2005/01/15/s_BC01060602_high_thumb.jpg) |
| Protes anti Golkar oleh Kompag
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|