Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kritikan Program 100 Hari, Harus Dijadikan Cambuk Pemerintah
Sabtu, 29 Januari 2005 | 13:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kritikan pencapaian kinerja pemerintah dalam masa 100 hari yang diberikan beberapa kalangan, hendaknya disikapi dengan bijaksana. Pemerintah sebaiknya menjadikan kritikan tersebut sebagai cambuk untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik di masa depan.

"Kitikan 100 hari kepada pemerintah, sebaiknya dijadikan evaluasi awal, agar pemerintah dapat bekerja lebih baik di masa depan," tutur Faisal Basri, pengamat ekonomi yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi Evaluasi 100 Hari Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla, Sabtu (29/1).

Di tempat yang sama Sukardi Rinakit, pengamat politik menyatakan program 100 hari memang tidak dapat dipakai tolok ukur keberhasilan pemerintah, tapi sangat penting sebagai dijadikan momen memberikan sinyal keseriusan pemerintah. "Apabila pemerintah memberikan satu sinyal saja, seperti menangkap koruptor kelas kakap, itu sangat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat," kata Sukardi.

Menurut Faisal dari segi ekonomi makro, pemerintah diuntungkan dengan pencapaian yang telah diperoleh pemerintah sebelumnya. Indikator membaiknya ekonomi makro itu dapat dilihat dari segi pencapaian di sektor pasar modal, membaiknya peringkat utang, inflasi yang dapat ditekan, serta berkurangnya biaya ekonmi. Namun, katanya pemerintah belum menunjukkan ada perbaikan pada inti permasalahan ekonomi, seperti perbaikan iklim investasi dan pengoptimalan peneriman negara. "Apabila pemerintah benar-benar menjalankan fungsi optimalisasi penerimaan negara, pemasukan pajak bisa digenjot samapai Rp 30 triliun dan penerimaan bea cukai menjadi Rp 5 triliun," kata Faisal.

Faisal menambahkan, optimalisasi penerimaan negara ini membutuhkan pergantian birokrasi di jajaran Eselon I dengan diganti orang-orang yang bekerja lebih optimal dan terbebas dari KKN.

Menurut Sukardi, di masa mendatang pemerintah SBY-Kalla harus menunjukkan perbaikan pada proses koordinasi politik dan kebijakan dan lebih mengadopsi pada gaya kepemimpinan yang lebih tegas. "SBY seharusnya sadar bahwa dia punya kekuatan besar sehingga tidak perlu takut pada siapapun, bertindak lebih tegas dan tunduk pada kepentingan rakyat," katanya.

Adapun Trimedya Pandjaitan, Anggota DPR Komisi III menyatakan pemerintah harus lebih menunjukkan perbaikan penegakan hukum dengan menyelesaikan beberapa kasus hukum, seperti kasus kematian Munir, serta melakukan perbaikan rekrutmen, terutama di jajaran Kejaksaan Agung.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang penundaan pemekaran provinsi Papua di kantornya, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/280/2003; 20031028]. Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Kemanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penundaan pemekaran provinsi Irian Jaya Tengah setelah terjadinya bentrokan berdarah saat deklarasi provinsi tersebut di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 27 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/040/2003; 20030926].
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Partai Golkar Gelar Rapat Konsultasi Pertama
Jusuf Kalla Kukuhkan Pimpinan Fraksi MPR Dan DPR
Polisi Tangkap Aktivis GMNI
Menhan Anggap 100 Hari Isyarat Pemerintah Untuk Perbaikan
Jaksa Agung Akui Lamban Tangani Pelanggaran HAM Berat
Kalla: Banyaknya Koruptor Ditangkap Tak Jadi Ukuran
Pemerintahan Yudhoyono Dinilai Tidak Transparan
MER-C: Kualitas Layanan Kesehatan Masih Jelek
Megawati Tak Mau Nilai Yudhoyono
Pengamat: Kepemimpinan Penyebab Kegagalan Program 100 Hari SBY-Kalla
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data