Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Akan Bangun Jalan Alternatif Meulaboh-Banda Aceh
Jum'at, 28 Januari 2005 | 11:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum akan membangun jalan alternatif dari Meulaboh menuju Banda Aceh. Jalan sepanjang 245 kilometer rusak 170 kilometer. Kerusakan disebabkan tertutup air laut gelombang tsunami.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto mengatakan, jalan alternatif ini merupakan tahap sementara untuk transportasi darat. "Yang penting tembus dahulu," katanya di Meulaboh, Jumat (28/1). Jalan ini akan membuka areal di perkebunan kelapa sawit. Jalan yang akan dibangun nantinya akan berupa campuran pasir dan batu.

Pembangunan jalan tahap pertama sudah dimulai. Joko mengatakan, penyelesaian jalan sekitar tiga bulan mendatang. Tercatat dari arah Meulaboh, jalan sudah terputus di Samatiga, selanjutnya jalan hanya berupa tanah berlumpur dan susah dilalui.

Alternatif jalan akan melalui daerah Samatiga ke Tenom setelah itu akan dilanjuti menyusuri gunung sampai ke Banda Aceh.

Sedangkan untuk pembangunan jalan tahap dua akan direncanakan paralel bekerja sama dengan kontraktor. Pada pembangunan tahap pertama, Departemen PU bekerja sama dengan TNI. Direncanakan akan ada penambahan pasukan untuk membangun jalan alternatif. Jalan tahap dua nantinya merupakan kontruksi permanen untuk transportasi darat.

Di Meulaboh sendiri Departemen PU bekerja sama dengan kontraktor PT Wijaya Karta dan Adhi Karya membersihkan kota dari puing-puing. Pembersihan ini dilakukan dengan alat-alat berat yang didatangkan melalui kapal dari Jakarta. Pembersihan jalan yang rusak berada di Kota Meulaboh, pesisir pantai Aceh Barat. Selain itu pembersihan juga diadakan pada jalan Meulaboh ke Senagan sepanjang 15 kilometer. Jalanan di daerah ini ada yang rusak karena diterpa tsunami.

Diakui Joko, pembersihan dan pembangunan jalan di Aceh Barat menghadapi kendala berat, yaitu akses masuk Kota Meulaboh. Sedangkan jalan di Aceh Timur dan Banda Aceh sudah dapat diatasi dengan baik. "Volume pekerjaan sangat banyak," ujarnya.

Mengenai dana, ia menjelaskan, belum menggunakan bantuan asing. Namun pembersihan dilakukan dengan dana dari Departemen PU serta kontraktor.

Agriceli


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Minta Kasus Farid Diselesaikan Secara Hukum
Presiden Sesalkan Pemukulan Farid Faqih
DPR Siapkan RUU Penanggulangan Bencana Alam
Sebagian Militer AS Telah Tinggalkan Aceh
Alwi: Farid Tak Bermaksud Selewengkan Bantuan
YLBHI Siap Bela Farid Faqih
GOWA Kutuk Penganiayaan Farid Fakih
Bupati Aceh Barat Lantik Pejabat Baru
FPI Bantah Terlibat Pencurian
Di Aceh, Delapan BUMN Lakukan Bersih-Bersih
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data