Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mengejar Target Relokasi Pengungsi
Sabtu, 22 Januari 2005 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menko Kesra Alwi Shihab menegaskan, dibentuknya Badan Otorita Khusus (BOK) untuk Aceh yang berada langsung di bawah presiden, “Dibentuk sesuai usulan DPR untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh,” kata Alwi dalam konferensi pers dengan wartawan di Pendopo Gubernur NAD di Banda Aceh, Sabtu (22/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla telah membentuk Badan Otoritas Khusus (BOK) untuk Aceh yang akan ditangani Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Departemen Pekerjaan Umum (PU) untuk rekonstruksi Aceh dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Terbentuknya Badan Otorita ini menurut Alwi, diharapkan dapat menuntaskan penanganan bencana dan pembangunan di Aceh secara transparan dan akuntabel sesuai harapan masyarakat Indonesia dan internasional.

Menjawab adanya keraguan atas proses relokasi yang dinilai lamban, Alwi mengatakan, “semua pekerjaan ada resikonya, Kami menghadapi beberapa permasalahan”. Alwi mencontohkan, ada penduduk yang ingin tinggal di rumah baru dekat laut, namun sebagian lagi meminta lokasi baru nantinya minimal berjarak 3 kilometer dari laut. Untuk mengakomodasi berbagai keinginan ini, maka “Kami tak ingin ada kekecewaan, mereka sudah kecewa akibat bencana, jangan bertambah dengan kekecewaan akibat kebijakan pemerintah,” kata Alwi.

Sesuai rencana awal, kini telah ditetapkan 24 titik relokasi pengungsi. Alwi sendiri minta masyarakat untuk tak perlu khawatir akan perkembangan proses relokasi, terutama untuk berpacu dengan target satu bulan yang ditetapkan Tim Bakornas. “Saat ini baru 15 persen pembangunan yang selesai, namun jangan kaget, kalau kemudian perkembangannya bertambah dengan amat cepat,” janji Alwi.

Keyakinan Alwi dikuatkan pernyataan Kepala Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh, Budi Atmadi Adiputr. Menurut Budi, pihaknya memegang komitmen beberapa pihak yang berjanji akan memberikan bantuan pembangunan rumah siap pasang (knock down system) untuk pengungsi. “Pemerintah China siap mengirim 5-10 ribu unit rumah semi permanen, Walubi menyumbang 2-3 ribu unit, Pemprov Jatim menyiapkan seribu unit, dan IOM seribu unit,” papar Budi.

Sedangkan lokasi barak-barak tempat penampungan 400 ribu pengungsi, Alwi mengatakan kalau semuanya telah disiapkan sesuai standar PBB. Antara lain dengan memperhatikan ukuran barak, ketersediaan air bersih, dan dapur umum. “Rencana awalnya memang semua harus siap dalam empat minggu ini, dengan catatan kalau tidak ada hujan, kita kan tidak bisa mengontrol cuaca,” kata Alwi.

Hingga Sabtu (21/1) ini, Alwi memaparkan terdapat 93.482 jenazah yang telah dievakuasi dan dikuburkan. Menjawab pertanyaan seorang wartawan asing tentang kesimpangsiuran data mengenai jumlah mayat korban bencana, Alwi menjawab “Nobody knows the real number except God.”

Agus Raharjo (Banda Aceh)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puteh Kunjungi Aceh Tanpa Diborgol
Harga Kebutuhan Pokok di Meulaboh Mulai Stabil
Idul Adha Jadi Tonggak Kebangkitan Aceh
Sampah Mulai Menumpuk di RS Zainoel Abidin
Turki Sumbang 1.400 Sapi untuk Aceh
Dompet Dhuafa Belum Peroleh Lokasi Rumah Pengungsi
BUMN Kumpulkan Rp 48 Miliar Untuk Pendidikan Anak Aceh
Selama Idul Adha, Proses Evakuasi Tertunda
Normalisasi Pendidikan di Aceh Mulai 26 Januari
Tenaga Asing Tidak Akan Bangun Sekolah di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data