|
Nasional
Ribuan Surat di Banda Aceh Belum Terkirim
Senin, 17 Januari 2005 | 18:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski sudah beroperasi sejak 11 Januari lalu, kantor pos dan giro cabang utama Banda Aceh belum bisa mengirim sekitar 4.000 surat. Surat-surat itu kini masih menumpuk di kantor pos Banda Aceh.
Menurut Manajer Komunikasi Corporate PT Pos Indonesia, Arief Setyanto, kendala itu belum dikirimnya surat-surat itu adalah rata-rata rumah dari alamat yang dituju hancur akibat gempa bumi dan tsunami, hingga ditinggal penghuninya.
Namun, secara keseluruhan kantor pos telah berjalan secara normal seperti sebelum terjadi tsunami yang menghantam kota Banda Aceh pada 26 Desember lalu. Rata-rata dalam satu hari, kantor pos Banda Aceh menerima surat masuk sampai 3.000 surat. “20 persen dari jumlah itu tidak bisa kami kirim, karena rumah dari alamat yang dituju sudah tidak ada karena hancur,” kata Arief. Selain itu, surat-surat bisnis yang ditujukan ke perusahaan dan pusat bisnis juga belum terkirim karena rata-rata kantor mereka rusak parah, dan tidak ada yang menjaga.
Untuk mengatasi hal ini PT Pos menerapkan kebijakan layanan polarestan, yakni penerima surat diharapkan datang ke kantor pos untuk meminta surat yang ditujukan kepadanya. Si penerima hanya tinggal memasukkan nama atau bisa memberikan surat sejenis identifikasi yang membuktikan keabsahan penerima. “Kami menerapkan sistem kepercayaan, jika ada yang salah kirim bisa diminta kembali, karena kami mendata yang mengambil surat atau paket itu,” ujarnya.
Poernomo G. Ridho
INDEKS BERITA LAINNYA :
|