Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ginandjar Senang Jaksa Periksa Ulang Kasus TAC
Senin, 17 Januari 2005 | 10:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita mengaku senang atas putusan Kejaksaan Agung memeriksa ulang kasus korupsi proyek Technical Assistance Contract (TAC). Kegembiraan Ginandjar itu karena jaksa memfokuskan pemeriksaan pada pelaksanaan proyek, bukan pada prosedur perjanjian kerja sama. "Saya makin yakin terhadap hukum Indonesia," katanya

Menurut Ginandjar, putusan jaksa memfokuskan pemeriksaan pada pelaksanaan proyek TAC menunjukkan bahwa dirinya tak terlibat korupsi. Sebab, dia terlibat hanya dalam penandatanganan kontrak-kontrak proyek TAC pada Februari 2003. Jabatannya sebagai Menteri Pertambangan dan Energi berakhir pada Maret 1993 dan dia digantikan oleh Ida Bagus Sudjana. Sehingga, kata Ginandjar kepada Tempo, Sabtu (15/1) lalu, pelaksanaan proyek itu terjadi di masa (almarhum) Sudjana.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Sudhono Iswahyudi mengatakan, tim yang mengkaji kembali kasus TAC menemukan penyimpangan pada pelaksanaan proyek senilai US$ 24,8 juta. Sedangkan dalam prosedur perjanjian kerja sama, kata Sudhono, tim tidak menemukan adanya penyimpangan berdasarkan keterangan beberapa ahli. "Mereka (saksi ahli) bilang proses bisnisnya wajar," katanya.

Pemeriksaan kembali kasus TAC dilakukan setelah kejaksaan mencabut surat perintah penghentian penyidikan (SP3) pada awal Abdul Rahman Saleh menjabat sebagai Jaksa Agung. SP3 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2004 lalu ditandatangani Sudhono Iswahyudi.

Sebelum SP3 dicabut, ujar Sudhono, kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka korupsi proyek TAC, yaitu bekas Direktur Utama Pertamina (almarhum) Faisal Abda'oe, Direktur Utama PT Ustraindo Petro Gas, Praptono Honggopati Tjitrohupojo, dan Ketua Dewan Komisaris Pertamina yang juga Menteri Pertambangan dan Energi waktu itu Ginandjar Kartasasmita.

Apakah ini berarti posisi Ginandjar bakal aman dari jeratan hukum? Sudhono tidak berkomentar. Koordinator Forum Pemantau Pemberantasan Korupsi (Forum 2004) Romli Atmasasmita justru menduga ada indikasi kuat laporan pengkajian kasus TAC ini direkayasa. Namun, Romli belum bersedia berkomentar tentang unsur rekayasa yang dimaksudnya itu secara terperinci.

Namun, Teten Masduki sebagai anggota Forum 2004 menjelaskan, penyelidikan Forum
2004 menemukan data bahwa PT Ustraindo yang menjalin kontrak dengan Pertamina dalam proyek TAC tersebut tidak pernah terdaftar di Departemen Kehakiman. "Perusahaan itu dicari ke mana-mana nggak ada. Itu fiktif," kata Teten, Koordinator Indonesia Corruption Watch.

Istiqomatul Hayati?Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bob Hasan Minta Penundaan Pemeriksaan Kasus Pertamina
Pemerintah Berupaya Ajukan Bukti Baru untuk Kasus Karaha Bodas
Kasus Karaha Bodas Harus Dilihat Secara Proporsional
Kasus Karaha Bodas, Mabes Polri Koordinasi dengan Kejagung
Meneg BUMN Cegah Pengadilan Internasionl Sita Uang Negara
Presiden Diminta Usut Tuntas Kasus Korupsi Karaha Bodas
Kasus Karaha Bodas Dilaporkan Ke KPK
Masyarakat Profesional Madani Lapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi
Jaksa Agung Perlu Tentukan Prioritas Program
Laode Ida: Tidak Keberatan Kasus Ginandjar Dibuka Lagi
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data