Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Deplu Bantah PBB Minta Komisi US$ 350 Juta
Jum'at, 14 Januari 2005 | 14:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa membantah pemberitaan di media massa yang mengungkapkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta komisi US$350 juta kepada Indonesia, untuk menangani bantuan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara. “Saya sudah meminta konfirmasi kepada utusan PBB (tentang hal itu)," ujarnya kepada wartawan dalam jumpa pers di Departemen Luar Negeri, Jumat (14/1).

Dua hari lalu, Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan PBB meminta komisi US $ 350 juta untuk menjadi koordinator bagi bantuan-bantuan asing. Pemerintah mempertimbangkan apakah akan menerima atau tidak. "Seperti yang kita tahu, di PBB pun juga banyak korupsi," kata Yusril kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/1). Menurut dia, PBB juga menginginkan penunjukkan perusahaan konsultan Price Waterhouse Cooper menjadi auditor bagi bantuan Aceh.

Kata Marty, utusan PBB menjelaskan, untuk tahap tanggap darurat kebutuhan untuk seluruh korban gempa tsunami di dunia adalah US$ 940 juta. “Untuk Indonesia sendiri kebutuhannya mencapai US$ 470 juta. Pada waktu di Jenewa, Swiss sudah terkumpul 74 persen dari US$ 940 juta, yaitu US$ 717 juta,” ujarnya.

Indonesia masih belum bisa memastikan apakah bentuk bantuan itu berupa hibah atau pinjaman lunak. “Itu merupakan tugas kami yang masih harus ditindak lanjuti,” ucapnya.

Evy Flamboyan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua UNTAET, Sergio Vieira de Mello (kanan) didampingi Komandan Pasukan Penjaga Keamanan PBB, Letjen Winai Pattiyakul (kiri) memeriksa pasukan pada acara perpisahan dengan ketua UNTAET di depan kantor UNTAET  Dili, Timor Lorosae, Jumat, 17 Mei 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20020621] Ketua UNTAET, Sergio Vieira de Mello (kanan) berpamitan kepada Komandan Pasukan Penjaga Keamanan PBB, Letjen Winai Pattiyakul (kiri) pada acara perpisahan dengan ketua UNTAET di depan kantor UNTAET,  Dili Timor Lorosae, Jumat, 17 Mei 2002.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20020621]
Sergio
Sergio
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

5.583 orang Calon Haji Aceh Berangkat Lewat Medan
Antara Pembatasan dan Pemerasan
PNS Aceh yang Hilang Digaji 12 Bulan
WorldHelp Akhirnya Batalkan Mengadopsi 300 Anak Aceh
PBB Tidak Setuju Sikap Worldhelp
Posko Medan Tetap Terima Bantuan Luar Negeri
Presiden Menilai Koordinasi di Aceh Masih Lemah
Wakil Presiden : Keamanan Diperlukan untuk Membangun Kembali Aceh
PBB akan Kurangi Keberadaannya di Aceh
Banjir di Jakarta Tergantung Proyek Kanal Timur
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data