|
Nasional
Jangan Abaikan Penyandang Catat
Kamis, 30 Desember 2004 | 09:21 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) ikut dalam duka mendalam. Ribuan penyandang cacat diperkirakan menjadi bagian korban tewas oleh amuk badai tsunami dan gempa di Aceh dan Sumatera. "Anggota saya di sana ada ribuan, sampai sekarang kantor PPCI cabang sana, tidak bisa dihubungi,"kata ketua PPCI, Siswadi.
Kantor PPCI pusat, sejak sehari setelah musibah menyapu bumi Sabang, kehilangan komunikasi dengan kantor Cabang PPCI di Aceh. Meski, tetap percaya pada keagungan Tuhan bahwa meski cacat, belum pasti menjadi korban terbesar, PPCI tetap harap-harap cemas. "Logika manusia, kalau yang sempurna saja menjadi korban, gimana yang orang buta, kaki pincang, atau tuna rungu (budek),"ujar Siswadi yang tangan sebelah kiri lumpuh.
PPCI mengharapkan para sukarelawan, baik swasta dan pemerintah, media massa juga mendokumentasikan korban dari warga yang cacat. "Bukan untuk menjual kecacatan, tapi, selama ini, korban penyandang cacat sama sekali tidak terekspos, baik pemerintah maupun media massa. Mereka itu kan lemah sekali,"kata Siswadi.
Siswadi juga berharap, anggota PPCI tidak bertambah banyak seiring dengan adanya musibah besar itu.
Siswadi tidak menyebutkan angka pasti anggota PPCI di Aceh dan Sumatera. Sebab, anggotanya selalu bertambah. Dia berharap para korban dari penyandang cacat tidak diabaikan begitu saja. Sebab, penyandang cacat memiliki situasi lain, dibandingkan orang yang tidak cacat.
Siswanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|