|
Nasional
1.785 Prajurit Siliwangi di Aceh Belum Diketahui Nasibnya
Rabu, 29 Desember 2004 | 15:28 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung
"Kami terus melakukan pelacakan mengenai keberadaan mereka, tapi hingga kini kami belum bisa berkomunikasi dengan markas TNI di Aceh," kata Kepala Pusat Penerangan Kodam III Siliwangi Letnan Kolonel Bambang Siswoyo kepada Tempo, Rabu (29/12) siang.
Prajurit tersebut berasal dari 4 Batalyon dan Babinsa
yang dikirim selama 2004. Batalyon itu adalah Batalyon Raider 300 sebanyak 697 prajurit, Batalyon 320 Badak Putih Pandeglang sekitar 431 prajurit, Batalyon 312
Kala Hitam Subang 433 prajurit, Yon Kaveleri 99 prajurit (1 kompi), dan Babinsa 125 orang (1 kompi).
Hari ini Kodam III Siliwangi mengirim sekitar 20 prajurit ke Aceh lagi guna mengecek nasib mereka.
20 petugas itu naik Hercules sambil membawa bantuan berupa makanan, minuman, dan pakaian sebanyak 10 truk.
Rinny Srihartini-Tempo News Room
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134](/hg/photostock/2004/12/17/s_Tsunami2_high_thumb.jpg) |
![Proses pengemasan air mineral Aqua di Pasuruan, Jawa Timur, 1993. [TEMPO/ Moebanoe Moera; 15D/320/1993; 20021002].](/hg/photostock/2004/12/15/s_15D32004_high_thumb.jpg) |
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|