Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Dirut PLN : Meulaboh dan Banda Aceh Paling Parah
Selasa, 28 Desember 2004 | 02:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirut PT PLN Edi Widiono S akan mengirim tenaga ahli untuk menormalkan pasokan listrik di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. "Senin Siang kami telah mengirim 15 orang "ujar Edi Widiono ketika mendampingi kunjungan Wapres Yusuf Kalla ke Posko nasional Bencana Alam Aceh-Sumut di Pangkalan Udara TNI AU Polonia Medan, Senin malam, 27/12.

Malam kemarin PLN mengirimkan lagi 70 hingga 100 orang tenaga ahli dan sukarelawan ke Banda Aceh. Para tenaga ahli dan sukarelawan akan bertugas mengoperasikan kembali pembangkit yang diduga tidak rusak terkena bencana banjir. Mereka terdiri dari tenaga operator, pemeriksa jaringan dan pembangkit.

Para sukarelawan juga akan dikerahkan untuk kerja
bakti membersihkan jaringan-jaringan milik PLN yang
terkena kotoran banjir yang pernah mencapai 5 meter.
"Diharapkan hari ini (28/12) kembali bisa berangsur normal,"ujar Edi.

Sampai saat ini, beberapa daerah di Aceh sudah
mendapat pasokan listrik yang diantarkan melalui
jaringan dari Sumatera Utara. Namun demikian, sampai
saat ini daerah yang parah terkena bencana hanya
Lhokseumawe saja sudah 75 % pasokan listriknya lancar. "Meulaboh saya belum mendapat laporan,"kata Edi.

Sementara Banda Aceh sampai saat ini masih praktis
seluruhnya gelap. Hanya beberapa tempat menjadi
Prioritas untuk mendapat pasokan listrik. "Itupun masih menggunakan tenaga Genset,"ujar Edi.

Di Banda Aceh ada beberapa daerah yang menjadi
prioritas pasokan listrik dari PLN yakni bandara dan
tempat-tempat yang diduga kering. Selain itu, Rumah
Sakit Umum banda Aceh, Rumah Sakit Kesdam, posko
bencana Makodam dan Instansi pemerintah yang menangani
bencana juga mendapat perioritas utama.

Sementara itu menurut keterangan Edi, jumlah pegawai
PLN beserta keluarganya yang ikut tewas menjadi korban
bencana di Banda Aceh mencapai 300 orang. Sementara
itu PLTD batu Apung habis tersapu banjir. "Kami
belum tau nasib pegawai disana,"kata Edi

Hambali Batubara, Bambang Soed






Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134
Maumere Setelah Badai Tsunami

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BMG : Akan Ada Gempa Susulan
50 Calon Jemaah Asal Aceh Utara Tewas Tersapu Tsunami
Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Polda Aceh Dikebumikan Malam Ini
Jusuf Kalla : Korban Tewas di Aceh 5-10 Ribu Orang
Kapolri : Anggota Polisi Yang Tewas Capai 300 Lebih
DKI Bantu Rp 2 Miliar Bagi Korban Tsunami
Dorce Gamalama Longmarch Senen-Blok M Tanda Duka Musibah Aceh
MasihTerjadi Gangguan Pasokan Listrik Pasca Gempa
Panglima TNI : 377 Personil TNI Jadi Korban Tsunami Aceh
Mabes Polri Belum Tahu Polisi Korban Tsunami
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Menteri Pendidikan Tak Percaya Pengaduan Guru Kontrak di Sabah
Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan
Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data