|
Nasional
9 BUMN Masuk Kategori Hitam
Senin, 27 Desember 2004 | 17:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menyatakan dari 251 perusahaan yang dinilai kinerja pengelolaan lingkungan hidupnya, 42 diantaranya masuk kategori hitam. Ironisnya dari 42 perusahaan tersebut, sembilan diantaranya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Rachmat, buruknya kinerja BUMN tersebut akibat unsur ketidakperdulian. "Saya hanya menduga, mereka tidak perduli," ujarnya usai acara pengumuman Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2004 di kantor KLH Jakarta, Senin (27/12).
Katagorisasi proper sendiri dibagi menjadi lima: emas, hijau, biru, merah dan hitam. Kategori emas diperuntukan bagi perusahaan yang mendekati zero emission denganketentuan 95 persen memenuhi baku mutu dan telah melakukan community development.
Katagori hijau digunakan untuk perusahaan yang telah memenuhi baku mutu 50 persen serta mempunyai community relation yang baik. Biru digunakan bagi yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Sedangkan merah dan hitam digunakan bagi yang belum memenuhi ketentuan dan belum melakukan pengelolaan untuk lingkungan.
Sedangkan jenis perusahaan yang dinilai didasarkan pada jenis industri permodalan dan BUMN. Adapun sembilan BUMN yang masuk katagori hitam dadalah PT Pasuruan Industrial Estate Rungkut (Pier), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (Sier), PT Kertas Padalarang, PT Kawasan Industri Makasar (Cima), PT Pertamina Persero Daop Hulu NAD-Tumbagut aset Pangkalan Susu, Pabrik Gula Tumbang Pasir, Jati Tujuh, PTPN VI, PKS Pinang Tinggi, dan PT Wijaya Tri Utama (Playwood) Indonesia.
Rachmat mengaku prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, secara moral mereka (Perusahaan BUMN yang masuk katagori hitam) tidak bertanggung jawab. Harusnya, "mereka lebih perduli, wong mereka mengelola uang rakyat sehingga dalam prosesnya jangan sampai menyengsarakan rakyat," ucap Rachmat. Untuk itu Rachmat mengaku akan memberikan "sindiran halus" pada pejabat yang menangani BUMN. "Saya akan berikan sindiran halus kepada mereka yang menangani,” katanya.
Eworaswa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|