|
Nasional
Pengumuman Ditunda, Ribuan Calon PNS Kecewa
Senin, 27 Desember 2004 | 15:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bekasi kecewa atas ketidakpastian pengumuman hasil seleksi CPNS. Pengumuman seleksi yang sedianya dilakukan hari ini diundur untuk jangka waktu yang belum diketahui.
Sejumlah CPNS terlihat mendatangi beberapa instansi yang akan mengumumkan hasil seleksi. Sayang, bukan hasil pengumuman yang ditemui, tapi kekecewaan. Wajar saja, sebab sebelumnya mereka datang dengan penuh semangat menyambut pengumuman yang telah ditunggu selama sebulan itu. “Saya kecewa, sudah nunggu lama, terus tidak ada pemberitahuan,” kata Lilik, seorang calon PNS Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Menurut pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Bekasi, Away, Senin (27/12), sejauh ini, baik pemerintah pusat maupun provinsi Jawa Barat belum memberitahukan alasan pengunduran pengumuman ini. "Apa alasannya, kami juga tidak diberitahu oleh pusat," kata Away saat ditemui Tempo di ruang kerjanya. Maka Pemerintah Kota Bekasi, kata Away, tidak dapat menjelaskan kepada para calon PNS yang berkali-kali menelepon dan mendatangi kantor BKD, menyanyakan kepastian pengumuman. "Kami ditelepon terus, cari tahu kapan diumumkan," kata Away.
Atas ketidakpastian pengumuman itu, pemkot Bekasi hanya menempel kertas pengumuman di berbagai kantor dinas. Isinya: “Pengumuman Kelulusan Seleksi CPNS Kota akan dilaksanakan oleh Tim Kerja Kepegawaian Pusat, Harap Maklum.” Hal yang sama juga dilakukan di kantor Pemkab Bekasi.
Sebagai catatan, di Kota Bekasi saat pendaftaran CPNS lalu, peminatnya mencapai 8 ribu orang. Dari jumlah itu, yang lolos untuk mengikuti tes CPNS ada 4.029 orang dan akan bersaing untuk 325 posisi di Pemkot Bekasi. Sedangkan di Kabupaten Bekasi, ketika pendaftaran dibuka, peminatnya mencapai 7 ribu orang. Sebannyak 3 ribu peserta ikut angket tes untuk 320 posisi.
Kekecewaan juga dialami para CPNS di Purwakarta, Jawa Barat. Bety, seorang guru honorer di sebuah sekolah taman kanak-kanak di Sukatani, Purwakarta, mengatakan “kalau memang diundur, mestinya panitia mengumumkannya lebih dulu.” Bety dan puluhan bahkan ratusan peserta testing tampak kecewa ketika mereka mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pendidikan dan Pemda Purwakarta. Yang ada di sejumlah instansi ini adalah papan pengumuman yang kosong, tak memuat hasil tes, juga pengumuman penundaan.
Di Purwakarta, sebanyak 7.625 pelamar mengikuti testing pegawai negeri sipil. Dari jumlah itu, hanya 125 yang akan diterima. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta, Heny Herliani, penundaan pengumuman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil tersebut akibat tarik ulur kepentingan daerah dengan panitia pelaksana testing di tingkat pusat. Panitia pusat menghendaki agar hasil testing didasarkan pada penilaian passing-grade nasional dan tanpa daftar nilai yang diperoleh masing-masing peserta.
Sementara, kata Heny, pihak panitia Kabupaten Purwakarta beserta panitia kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat menghendaki agar penilian tetap didasarkan atas azas formasi yang ada dan menyertakan daftar nilai sesuai kesepakatan sebelumnya. “Supaya semua hasilnya diketahui secara transfaran,” kata Heny.
Siswanto (Bekasi) dan Nanang Sutisna (Purwakarta)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|